Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun memilih memprioritaskan pemeliharaan jaringan penerangan jalan umum (PJU) dibanding membangun titik baru pada 2026.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), sekitar Rp500 juta dialokasikan untuk menjaga kualitas ribuan lampu jalan agar tetap berfungsi optimal.
Koordinator Tim PJU Disperkim Kota Madiun Sugeng Hariadi mengatakan, anggaran tersebut difokuskan untuk pemeliharaan serta peningkatan kualitas jaringan PJU yang telah ada.
Pekerjaan meliputi penggantian lampu, penambahan daya listrik, hingga pembenahan tiang penerangan di sejumlah ruas jalan.
"Fokus kami masih pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas jaringan yang sudah ada," ujarnya, Kamis (23/7).
Menurut Sugeng, perawatan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, hasil pemantauan petugas di lapangan, maupun aduan yang masuk melalui layanan darurat 112.
"Lampu yang padam langsung diganti. Ranting pohon yang menghalangi pencahayaan juga dipangkas agar penerangan tetap maksimal," katanya.
Saat ini, Disperkim juga melakukan pembenahan tiang lampu di Jalan Urip Sumoharjo.
Ornamen yang sebelumnya terlepas akibat angin kencang dipasang kembali, sekaligus dilakukan penyesuaian posisi tiang setelah adanya penataan median jalan.
Selain itu, penambahan kapasitas daya listrik dilakukan di sejumlah titik yang bebannya mendekati batas maksimal.
Disperkim juga telah memasang panel PJU baru yang kini tinggal menunggu proses penyambungan listrik dari PLN.
Sugeng menjelaskan, anggaran pemeliharaan juga digunakan untuk pengadaan stok lampu, modulet, serta berbagai komponen pendukung lainnya.
Penggantian lampu diprioritaskan di kawasan Ring Road, Terminal Madiun, Jalan Pahlawan, dan Taman Hijau Demangan (THD) yang tingkat pencahayaannya mulai menurun.
Pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini, Disperkim berencana mengganti puluhan lampu di Jalan Pahlawan dengan lampu berwarna warm white untuk meningkatkan kenyamanan dan estetika kawasan.
"Penggantian dilakukan bertahap dan ditargetkan rampung setelah seluruh material tersedia," ujarnya.
Sementara itu, pembangunan jaringan PJU baru di delapan kelurahan di Kecamatan Taman direncanakan mulai direalisasikan pada 2026 melalui kelompok masyarakat (pokmas).
Saat ini, program tersebut masih memasuki tahap penyusunan rencana anggaran biaya (RAB).
"Harapan kami sederhana, penerangan jalan tetap optimal sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas," tandas Sugeng. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto