Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Madiun kembali mengalami perubahan lokasi.
Setelah sebelumnya mengusulkan lahan di kawasan Ring Road dan Kelurahan Winongo, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kini mengajukan lahan seluas enam hektare di Jalan Tirta Raya, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, lokasi baru tersebut dipilih setelah dua usulan sebelumnya dinilai belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos).
"Secara administrasi segera kami kirim. Kalau sudah masuk perencanaan dari Kemensos, kami langsung mengerjakan pengurukan untuk perataan lahan," ujarnya, Sabtu (25/7).
Bagus menjelaskan, lahan di Kelurahan Nambangan Lor dinilai memenuhi kebutuhan luasan untuk mendukung program strategis nasional tersebut.
Selain itu, akses menuju lokasi juga dianggap memadai sehingga dinilai lebih layak untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia mengakui kawasan tersebut sebelumnya diproyeksikan menjadi lokasi wisata dan sentra kuliner Peceland.
Namun, Pemkot Madiun akan mengajukan perubahan rencana tata ruang agar lahan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.
"Ya, nanti kami akan mengajukan perubahan rencana untuk tata ruangnya," katanya.
Menurut Bagus, perubahan pemanfaatan lahan dilakukan karena hingga kini rencana investasi kawasan wisata Peceland belum terealisasi.
Karena itu, aset milik pemerintah dinilai lebih optimal jika dimanfaatkan untuk mendukung sektor pendidikan.
"Aset ini kami manfaatkan agar lebih optimal. Nantinya kawasan Tirta Raya akan berkembang menjadi kawasan pendidikan," terangnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto