Jawa Pos Radar Madiun – Kerja keras dan latihan intensif mengantarkan Vegi Senja Putri meraih gelar juara kategori umum dalam ajang Madiun Batik Heritage Festival.
Mahasiswi baru Politeknik Negeri Madiun (PNM) itu membuktikan bahwa disiplin dan keberanian menjadi kunci menggapai prestasi di dunia modeling.
Perempuan 19 tahun asal Jalan Ciliwung, Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun, tersebut tampil memukau mengenakan gaun rancangan desainer Thomas Hanief berbahan batik produksi Batik Murni dengan konsep Glamour Evening Gold.
Vegi mengaku menyiapkan penampilannya selama sekitar dua pekan.
Mulai menentukan konsep, memilih motif batik, hingga menyesuaikan desain busana agar sesuai dengan tema yang diusung.
"Persiapannya sekitar dua minggu. Mulai menentukan tema, memilih batik, hingga menyesuaikan desain gaun," ujarnya, Minggu (26/7).
Menjelang kompetisi, rasa gugup sempat menghampirinya.
Untuk meningkatkan kepercayaan diri, ia memilih berlatih hingga pukul 02.00 WIB sehari sebelum tampil di atas panggung.
"Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa panggung adalah tempat saya. Karena itu saya latihan sampai dini hari supaya lebih siap," kata mahasiswi Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Madiun tersebut.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Angin Kencang di Madiun, Risiko Karhutla Ikut Meningkat
Vegi mengaku tidak menyangka berhasil keluar sebagai juara.
Bahkan, setelah nama juara kedua diumumkan, ia merasa peluangnya telah tertutup.
"Saya benar-benar tidak menyangka. Rasanya bersyukur karena usaha yang saya lakukan akhirnya terbayar," ungkap putri pasangan Wahyu Purwanto dan Aning Kurniawati itu.
Ketertarikannya pada dunia modeling tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama setelah menyaksikan ajang Puteri Indonesia dan sejumlah peragaan busana di Surabaya.
Langkah awalnya dimulai saat mengikuti ajang Putra-Putri SMAN 6 Madiun pada 2023.
Kini Vegi bergabung dengan Shayna Management Model serta aktif sebagai freelance muse make up di wilayah Madiun, Ngawi, Ponorogo, hingga Magetan.
Perjalanannya menuju dunia modeling tidak selalu mulus.
Ia mengaku sempat menghadapi keraguan dari orang tua yang belum yakin dengan profesi model.
Namun, berbagai prestasi yang berhasil diraih perlahan mengubah pandangan keluarga hingga akhirnya memberikan dukungan penuh. "Kalau tidak berani melangkah, kita tidak akan pernah tahu sejauh apa kemampuan kita," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto