Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Salah satu yang menjadi fokus penataan adalah Terminal Penumpang Tipe C Manisrejo di Kecamatan Taman yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, saat ini terminal tersebut hanya dimanfaatkan sebagai lokasi parkir angkutan sekolah gratis pada pagi hari.
Padahal, aset milik pemerintah itu masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang produktif.
"Terminal Manisrejo ini belum optimal. Ke depan potensinya akan kami maksimalkan agar bisa dimanfaatkan masyarakat," ujarnya, Minggu (26/7).
Bagus menjelaskan, penyusunan konsep pengembangan terminal akan melibatkan masyarakat, pemerintah kelurahan, serta pemerintah kecamatan.
Berbagai masukan akan dihimpun sebelum ditetapkan bentuk pemanfaatan kawasan tersebut.
Selain Terminal Manisrejo, rombongan juga meninjau kawasan aset Pemkot Madiun di Jalan Kelapa Sari yang meliputi deretan ruko, lahan kosong, masjid, akses menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) Manisrejo, hingga Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Manisrejo.
Dalam rencana penataan, posisi ruko akan digeser tanpa menghilangkan fungsi ekonominya.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuka akses menuju berbagai fasilitas umum agar lebih nyaman bagi masyarakat.
Sementara itu, kolam yang berada di depan area masjid juga direncanakan ditimbun untuk menambah ruang publik.
Menurut Bagus, kondisi bangunan Terminal Tipe C Manisrejo masih layak digunakan sehingga tidak memerlukan pembangunan baru.
Pemkot lebih memprioritaskan optimalisasi fungsi aset agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Pagi dipakai untuk angkutan sekolah, sedangkan sore hingga malam bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat. Kami ingin aset daerah ini benar-benar hidup dan memberi manfaat bagi warga Manisrejo," tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto