Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menargetkan lahirnya 1.000 penulis lokal melalui program Madiun Bercerita.
Program tersebut disiapkan untuk memperkuat narasi destinasi wisata, mengangkat kekayaan sejarah dan budaya daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, pembangunan Kota Madiun tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur.
Menurutnya, setiap destinasi wisata harus memiliki cerita yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan sehingga mendorong mereka untuk kembali berkunjung.
"Kalau kita hanya membangun tanpa memberikan ruh berupa cerita, saya yakin angka kunjungan akan menurun," ujarnya, Minggu (26/7).
Bagus mengungkapkan, berdasarkan data pergerakan sinyal seluler, jumlah kunjungan wisata ke Kota Madiun mencapai sekitar 2,5 juta pada 2024 dan kembali berada pada kisaran yang sama sepanjang 2025.
Kondisi tersebut menjadi dasar lahirnya program Madiun Bercerita, yang merupakan pengembangan dari program sebelumnya, Madiun Menulis.
Melalui program itu, masyarakat didorong menghasilkan karya tulis yang mengangkat sejarah, budaya, hingga berbagai potensi lokal sebagai daya tarik wisata.
Menurut Bagus, Kota Madiun memiliki banyak destinasi yang layak dipromosikan melalui narasi, seperti Masjid Kuno Kuncen, Masjid Kuno Taman, hingga Balai Kota Madiun yang kini mulai dibuka sebagai destinasi wisata sejarah bekerja sama dengan komunitas History Van Madiun.
Ke depan, Pemkot Madiun juga berencana membangun akses menuju menara Balai Kota agar wisatawan dapat menikmati panorama kota dari ketinggian sekaligus mempelajari sejarah Kota Madiun.
"Saya ingin setiap sudut Kota Madiun memiliki cerita. Dari 1.000 penulis nanti akan lahir 1.000 ide yang mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto