Jawa Pos Radar Madiun – Kenaikan harga bolen pisang di pasaran justru menjadi titik awal lahirnya usaha rumahan Bolen Pisang Dapur Minul milik Etti Hermiati.
Berawal dari keinginan membuat camilan favorit sendiri, warga Jalan Sultan Agung, Kelurahan Winongo, Kota Madiun, itu kini mampu memproduksi hingga ratusan bolen saat permintaan meningkat.
Perjalanan membangun usaha tidak dilalui secara instan.
Perempuan berusia 55 tahun tersebut menghabiskan hampir satu tahun untuk menemukan resep bolen yang sesuai dengan selera.
Berbekal tutorial dari YouTube serta masukan dari keponakannya, Etti terus mencoba berbagai komposisi bahan hingga menghasilkan bolen dengan tekstur lembut dan cita rasa yang diinginkan.
"Saya mencoba terus sampai kurang lebih setahun. Akhirnya ketemu resep yang pas," ujarnya, Sabtu (25/7).
Setelah merasa puas dengan hasilnya, Etti membagikan bolen buatannya kepada para tetangga.
Sambutan positif membuatnya semakin yakin mengembangkan usaha.
Sejak 2021, Bolen Pisang Dapur Minul resmi dipasarkan dengan sistem pre-order.
Untuk menjaga kualitas produk, setiap bahan baku ditakar secara presisi. Etti menggunakan pisang raja yang dipadukan dengan butter, tepung, telur, keju, dan cokelat.
Dalam kondisi normal, ia mampu membuat sekitar 50 bolen dalam setengah hari.
Namun saat pesanan meningkat, kapasitas produksinya bisa mencapai 150 hingga 200 bolen per hari dengan bantuan anak-anaknya.
Produk tersebut dipasarkan seharga Rp35 ribu per boks yang berisi 10 buah.
Selain varian pisang cokelat dan pisang keju, Dapur Minul juga memproduksi berbagai kudapan lain, seperti brownies, donat, kue lumpur, sus, sosis solo, risoles, hingga bolen tape.
Meski produksi terus berkembang, Etti mengakui tantangan terbesar saat ini berada di sektor pemasaran.
Penjualan masih didominasi promosi dari mulut ke mulut karena belum memanfaatkan media sosial secara optimal.
"Alhamdulillah, kelurahan dan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah ikut membantu promosi dan pembuatan kemasan. Harapannya nanti pemasaran lewat media sosial bisa dibantu anak-anak," katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto