Jawa Pos Radar Madiun – Kejurkot Bulu Tangkis Kota Madiun 2026 dimanfaatkan sebagai ajang menjaring bibit atlet potensial untuk memperkuat kontingen pada Porprov Jatim 2027.
Regenerasi atlet dinilai menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Sebanyak 307 atlet ambil bagian dalam kejuaraan yang digelar di GOR Bulu Tangkis Kompleks Stadion Wilis pada 27–31 Juli 2026.
Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai usia dini hingga veteran dengan sejumlah nomor pertandingan.
Sekretaris Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Madiun Anang Riyanto mengatakan, regenerasi atlet membutuhkan dukungan seluruh pihak.
Dari total peserta, 136 atlet berasal dari klub binaan PBSI, sedangkan 171 atlet merupakan peserta dari klub bulu tangkis rekreasi.
"Regenerasi atlet menjadi pekerjaan bersama. Kami berharap sinergi dengan pemerintah, sekolah, dan masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak atlet potensial lahir dari Kota Madiun," ujarnya, kemarin (27/7).
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga bulu tangkis masih sangat tinggi.
Menurutnya, Kejurkot dapat menjadi wadah bagi PBSI dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk memantau sekaligus membina atlet-atlet berbakat.
"Kita tidak pernah tahu, atlet nasional bisa lahir dari kejurkot seperti ini," katanya.
Bagus menambahkan, Pemerintah Kota Madiun menargetkan dapat menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu Tangkis pada 2027 atau 2028.
Kehadiran kejuaraan tingkat nasional diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memotivasi atlet-atlet daerah untuk berprestasi lebih tinggi.
"Dengan hadirnya kejuaraan nasional tentu diharapkan bisa menjadi pemacu prestasi atlet-atlet daerah," terangnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto