Jawa Pos Radar Madiun – Peluang calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun berangkat pada musim haji 2027 masih terbuka.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun mulai melakukan verifikasi dan validasi data calon jemaah untuk memastikan kuota keberangkatan sesuai kondisi terbaru.
Kepala Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, proses verifikasi telah berlangsung sejak Juli.
Pendataan meliputi calon jemaah yang meninggal dunia, belum melimpahkan nomor porsi kepada ahli waris, hingga yang belum mampu melunasi biaya perjalanan haji.
"Dari proses verifikasi ini akan diketahui berapa banyak jemaah yang mundur sehingga nomor porsi berikutnya bisa naik," ujarnya, Jumat (31/7).
Data sementara menunjukkan terdapat 148 porsi calon jemaah haji reguler Kota Madiun, termasuk sembilan jemaah prioritas lanjut usia (lansia).
Namun, hasil verifikasi sementara memperlihatkan sebagian besar calon jemaah lansia telah meninggal dunia dan proses pelimpahan porsinya belum dilakukan.
"Dari sembilan jemaah lansia, diperkirakan hanya sekitar tiga orang yang masih mampu melunasi karena kondisi kesehatannya masih baik. Sisanya sebagian besar sudah meninggal dunia," kata Datik.
Dengan kondisi tersebut, jumlah calon jemaah reguler di luar kuota lansia sementara tersisa sekitar 139 orang.
Angka itu masih dapat berubah karena proses verifikasi dijadwalkan berlangsung hingga akhir Januari 2027.
Selain memverifikasi data calon jemaah, Kemenhaj juga mendata pengajuan penggabungan mahram atau anggota keluarga yang ingin berangkat dalam satu rombongan.
Hasil pendataan tersebut akan memengaruhi daftar keberangkatan musim haji 2027.
Datik meminta masyarakat yang telah memiliki nomor porsi tetap tenang karena peluang penambahan kuota keberangkatan masih terbuka seiring selesainya proses verifikasi.
"Mudah-mudahan setelah verifikasi selesai, jumlah yang bisa masuk daftar keberangkatan 2027 akan bertambah," tuturnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto