Jawa Pos Radar Madiun – BPBD Ngawi memastikan siap mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
Tiga armada truk tangki beserta perlengkapan pendukung telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Partoyo mengatakan, seluruh sarana penanganan darurat telah disiagakan. Mulai tiga truk tangki, tandon air, jeriken, hingga terpal.
"Secara sarana dan prasarana kami sudah siap. Begitu ada permintaan atau laporan kebutuhan air bersih, tim langsung bergerak melakukan dropping ke lokasi," ujarnya, Minggu (2/8).
Untuk mengajukan bantuan, pemerintah desa cukup mengirimkan surat permohonan kepada BPBD.
Surat tersebut harus memuat jumlah kepala keluarga (KK) terdampak dan estimasi kebutuhan air bersih.
"Syarat utamanya cukup surat permohonan dari pemerintah desa. Yang paling penting ada data jumlah KK dan estimasi volume air yang dibutuhkan," jelasnya.
Namun, dalam kondisi darurat, BPBD memberikan kemudahan.
Distribusi air bersih dapat lebih dulu, sedangkan administrasi menyusul.
"Kalau kondisinya mendesak, pendistribusian air bisa langsung dilakukan. Surat permohonan dari desa bisa menyusul kemudian," tegasnya.
BPBD juga meminta pemerintah desa aktif memantau ketersediaan air bersih di wilayah masing-masing.
Laporan yang cepat dinilai penting agar bantuan segera disalurkan sebelum krisis air meluas.
"Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan," tandas Partoyo. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto