Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun dipercaya menjadi tuan rumah Expo UMKM Haji dan Umrah tingkat Jawa Timur pada pekan ketiga September mendatang.
Kegiatan yang digagas Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) itu diharapkan membuka akses pelaku UMKM masuk ke ekosistem ekonomi haji dan umrah nasional.
Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Tri Hidayatno mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Madiun untuk mematangkan persiapan kegiatan.
"Melalui expo ini kami ingin mengajak UMKM, khususnya di Madiun dan Jawa Timur, masuk ke dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah," ujarnya, Sabtu (1/8).
Tri menjelaskan, sektor haji dan umrah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan nilai perputaran diperkirakan mencapai Rp 70 triliun hingga Rp 80 triliun setiap tahun.
Karena itu, Kemenhaj ingin mempertemukan pelaku usaha penyedia produk maupun jasa kebutuhan jemaah dengan pasar yang lebih luas.
Kota Madiun dipilih karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang menjadi penyumbang jemaah haji terbesar di Indonesia.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun juga dinilai cukup baik.
Expo tersebut ditargetkan diikuti 300 hingga 400 tenant.
Selain pameran produk UMKM, kegiatan juga akan dirangkai dengan Manasik Haji Akbar yang diperkirakan diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dalam agenda itu, Kemenhaj juga akan memperkenalkan Haji Umrah Store, platform perdagangan elektronik yang menjadi etalase produk dan layanan kebutuhan haji serta umrah.
"UMKM yang menyediakan perlengkapan ibadah, kebutuhan jemaah, hingga produk oleh-oleh dapat memasarkan produknya melalui Haji Umrah Store," jelasnya.
Menurut Tri, produk unggulan daerah memiliki peluang besar masuk ke pasar haji dan umrah.
Salah satunya bumbu pecel khas Madiun yang dinilai berpotensi diminati jemaah sebagai pengobat rindu cita rasa kampung halaman.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyambut baik penunjukan Kota Madiun sebagai tuan rumah.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM sekaligus meningkatkan kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
"Ini menjadi peluang besar bagi UMKM Kota Madiun. Karena itu, pelaku usaha harus mulai meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar yang dipersyaratkan agar bisa masuk ke ekosistem ekonomi haji dan umrah," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto