RSI Siti Aisyah Madiun Resmikan Klinik Nyeri, Solusi Baru bagi Penderita Nyeri Kronis

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:30 WIB
LAYANAN BARU: RSI Siti Aisyah Madiun meluncurkan Klinik Nyeri sebagai layanan unggulan untuk penanganan pasien nyeri kronis. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
LAYANAN BARU: RSI Siti Aisyah Madiun meluncurkan Klinik Nyeri sebagai layanan unggulan untuk penanganan pasien nyeri kronis. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun meluncurkan Klinik Nyeri sebagai layanan unggulan baru untuk menangani pasien dengan keluhan nyeri kronis.

Klinik ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengalami nyeri tanpa diagnosis maupun penanganan yang tepat.

Peluncuran Klinik Nyeri menjadi bagian dari peringatan HUT ke-64 RSI Siti Aisyah Madiun.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rumah sakit juga menggelar pengobatan gratis bagi 200 pasien serta memberikan bantuan kepesertaan BPJS Kesehatan kepada 50 warga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Direktur RSI Siti Aisyah Madiun dr. Donna Dwi Yudhawati, MMR, FISQua mengatakan, selama ini banyak pasien berpindah-pindah fasilitas kesehatan karena penyebab nyeri yang dialami belum teridentifikasi secara pasti.

"Banyak masyarakat mengalami nyeri bertahun-tahun tanpa mengetahui penyebabnya. Melalui Klinik Nyeri, mereka bisa langsung berkonsultasi untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat," ujarnya, Senin (3/8).

Menurut Donna, nyeri dapat dipicu berbagai penyakit sehingga membutuhkan pemeriksaan dan terapi yang komprehensif.

Penanganan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien.

Saat ini RSI Siti Aisyah memiliki sekitar 20 poliklinik reguler yang melayani peserta BPJS Kesehatan, pasien umum, dan asuransi.

Sementara itu, Klinik Nyeri untuk sementara melayani pasien umum dan asuransi.

Ke depan, rumah sakit berharap layanan tersebut dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan agar manfaatnya semakin luas.

Selain menghadirkan layanan baru, RSI Siti Aisyah juga memberikan layanan konsultasi dan pengobatan gratis kepada 200 pasien melalui dana CSR.

Rumah sakit juga menanggung iuran BPJS Kesehatan selama satu tahun bagi 50 warga penerima manfaat.

"Harapannya masyarakat memiliki jaminan kesehatan sehingga lebih mudah memperoleh layanan ketika membutuhkan pengobatan," katanya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun Sutomo menyebut pelayanan kesehatan merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah melalui amal usaha di bidang kesehatan.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Kota Madiun Totok Sugiarto mengapresiasi hadirnya Klinik Nyeri.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi nilai tambah layanan kesehatan di Kota Madiun sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

"Program CSR berupa bantuan kepesertaan BPJS juga sangat membantu masyarakat. Kami berharap semakin banyak lembaga yang menyalurkan CSR di bidang kesehatan," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
RSI Siti Aisyah Madiun nyeri kronis layanan kesehatan klinik nyeri