Jawa Pos Radar Madiun – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun mempercepat verifikasi dan validasi data calon jemaah haji (CJH) 2027.
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kuota akibat calon jemaah meninggal dunia, mengundurkan diri, hingga pelimpahan porsi.
Kepala Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, proses verifikasi telah dimulai sejak Juli dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir Januari 2027.
Tahapan tersebut penting untuk memastikan seluruh data keberangkatan telah sesuai sebelum proses berikutnya dilaksanakan.
"Melalui verifikasi ini akan diketahui berapa calon jemaah yang mengundurkan diri maupun perubahan data lainnya," ujarnya, kemarin (2/8).
Menurut Datik, petugas akan menghubungi calon jemaah apabila ditemukan data yang belum lengkap. Koordinasi dilakukan melalui grup WhatsApp CJH keberangkatan 2027 agar pembaruan administrasi dapat diselesaikan lebih cepat.
Karena verifikasi belum rampung, pelaksanaan manasik haji juga belum bisa dimulai. Hal itu dilakukan agar seluruh calon jemaah yang masuk daftar keberangkatan memperoleh materi pembekalan secara menyeluruh.
"Kalau manasik dilaksanakan sebelum verifikasi selesai, dikhawatirkan ada calon jemaah yang belum menerima informasi penting," katanya.
Saat ini tercatat 148 calon jemaah reguler.
Setelah dikurangi sembilan kuota prioritas lanjut usia, tersisa 139 calon jemaah reguler.
Namun, jumlah tersebut masih berpotensi berubah seiring proses verifikasi yang masih berlangsung.
Perubahan data dipengaruhi sejumlah faktor, seperti pelimpahan porsi dari jemaah yang meninggal dunia, pembatalan keberangkatan, hingga penggabungan mahram atau anggota keluarga.
"Masih banyak yang mengajukan penggabungan keluarga sehingga jumlahnya masih bisa berubah," jelas Datik.
Selain pembaruan administrasi, Kemenhaj mengimbau calon jemaah mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini.
Jemaah yang memiliki penyakit penyerta diminta rutin menjalani pemeriksaan dan pengobatan agar memenuhi syarat istithaah kesehatan.
"Kami juga menyarankan calon jemaah membiasakan berjalan kaki 15–30 menit setiap hari sebagai latihan fisik," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto