Masa Tua Tak Cuma Istirahat, Lansia di Madiun Beternak hingga Kelola Hidroponik

Erlita H • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:59 WIB
TELATEN: Penghuni Pondok Lansia Kota Madiun merawat ternak dan tanaman sebagai bagian dari program pemberdayaan. FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
TELATEN: Penghuni Pondok Lansia Kota Madiun merawat ternak dan tanaman sebagai bagian dari program pemberdayaan. FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Masa tua tidak identik dengan berdiam diri.

Di Pondok Lansia Kota Madiun, para penghuni justru diajak tetap aktif melalui berbagai kegiatan produktif, mulai beternak, berkebun, hingga mengelola instalasi hidroponik.

Selain menjaga kesehatan fisik, aktivitas tersebut juga menjadi sarana mengisi hari-hari para lansia agar lebih bermakna.

Kepala Dinsos PPPA Kota Madiun Heri Suwartono mengatakan, Pondok Lansia tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga pusat pemberdayaan bagi para lansia.

"Penghuni tidak hanya dirawat, tetapi tetap beraktivitas seperti saat masih tinggal di rumah," ujarnya, Selasa (4/8).

Berbagai fasilitas penunjang telah disediakan, mulai dua instalasi hidroponik, tiga kolam ikan, kebun tanaman buah dalam pot (tabulampot), lahan sayuran, peternakan unggas, hingga perpustakaan mini.

Fasilitas peternakan juga bertambah setelah Pondok Lansia menerima hibah tiga pasang domba merino.

"Kami baru menerima hibah enam ekor domba merino. Sebelumnya peternakan lebih banyak berisi unggas," katanya.

Saat ini, peternakan Pondok Lansia memelihara 10 burung, tiga ayam, 22 mentok, empat bebek, 30 itik entok, serta enam domba merino.

Seluruh ternak dirawat bersama oleh para penghuni yang bergiliran memberi pakan dan membersihkan kandang setiap pagi dan sore.

Salah seorang pengelola Pondok Lansia, Tomi Agus Setiono, mengatakan kegiatan peternakan bermula dari sembilan ekor mentok.

Seiring pengelolaan yang rutin, jumlah ternak terus bertambah.

Selain beternak, para lansia juga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam pepaya, pisang, jahe, cabai, bayam, hingga kemangi.

Hasil panen digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pondok, sedangkan sebagian hasil peternakan dijual kembali guna membeli pakan ternak.

"Yang terpenting para lansia tetap punya kesibukan. Mereka lebih sehat, tidak hanya menghabiskan waktu dengan melamun," ujarnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
pemberdayaan lansia instalansi hidroponik Dinsos PPPA Kota Madiun Pondok Lansia