Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat seiring musim kemarau yang semakin intens.
BPBD Kota Madiun mengimbau masyarakat tidak membakar sampah, daun kering, maupun rumput di lahan terbuka untuk mencegah kebakaran meluas.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Madiun Bambang Agung Hariyadi mengatakan, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat tujuh kejadian kebakaran lahan di Kota Madiun.
Seluruh peristiwa tersebut berhasil ditangani dengan cepat sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
"Sejak Januari sampai Juli ada tujuh kejadian kebakaran lahan. Semuanya dapat ditangani dengan cepat," ujarnya, Rabu (5/8).
Menurut Bambang, vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat lahan lebih mudah terbakar.
Kondisi tersebut diperparah jika disertai angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.
Karena itu, masyarakat diminta menghindari pembakaran terbuka, terutama di bantaran sungai, bawah pepohonan, maupun lahan yang dipenuhi rumput dan semak kering.
"Musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun daun kering," katanya.
Berdasarkan data BPBD, kebakaran lahan paling banyak terjadi di wilayah Kelurahan Demangan.
Selain itu, sejumlah kejadian juga terjadi di kawasan Winongo dan bantaran Sungai Madiun.
Menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau, BPBD memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siaga.
Fasilitas yang disiapkan meliputi dua unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter, tiga gulung selang sepanjang masing-masing 50 meter, perlengkapan penyemprotan, serta personel yang siap diterjunkan kapan saja.
"Peran masyarakat menjadi kunci pencegahan. Kami berharap kejadian kebakaran lahan tidak kembali meningkat selama musim kemarau," pungkas Bambang. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto