Jalan Kaswari Madiun Disulap Jadi Galeri Lampion, Ada Spot Foto hingga Bazar

Erlita H • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:40 WIB
KAMPUNG KREATIF: Warga RW 14 Jalan Kaswari, Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun menghias jalan kampung dengan lampion dan beragam karya seni bambu untuk menyambut HUT ke-81 RI. (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)
KAMPUNG KREATIF: Warga RW 14 Jalan Kaswari, Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun menghias jalan kampung dengan lampion dan beragam karya seni bambu untuk menyambut HUT ke-81 RI. (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Jawa Pos Radar Madiun – Suasana berbeda terlihat di Jalan Kaswari, Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun.

Jalan kampung tersebut bersolek dengan ratusan lampion dan beragam karya seni buatan warga untuk menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kemeriahan itu menjadi bagian dari persiapan Festival Kampung Lampion Kaswari.

Tak sekadar menyemarakkan Agustusan, warga RW 14 ingin menjadikan momentum tersebut sebagai etalase untuk mengenalkan potensi seni kreatif yang selama ini tumbuh di kampung mereka.

Ketua Panitia Festival Kampung Lampion Kaswari Atax Yunias Bayana mengatakan, festival tersebut sekaligus menjadi langkah warga membangun identitas Kaswari sebagai kampung kreatif.

Sebab, selama ini karya warga lebih banyak diproduksi untuk memenuhi pesanan dari luar.

’’Selama ini banyak yang memesan karya kami, tetapi hanya dititipkan. Akhirnya kami ingin membangun branding sendiri sekaligus memperkenalkan potensi lokal yang ada di Kampung Kaswari,’’ ujarnya, Jumat (7/8).

Keterampilan membuat lampion bukan hal baru bagi warga Kaswari.

Tradisi tersebut sudah berlangsung sekitar 15 tahun. Bahan yang digunakan pun terus berkembang.

Jika dahulu lampion dibuat menggunakan kertas, kini warga memilih kain karena dinilai lebih kuat dan tahan lama.

Kreativitas warga juga tidak berhenti pada lampion.

Berbagai karya lain lahir dari tangan warga.

Mulai penjor, dekorasi berbahan gabus, hingga miniatur kapal Pinisi dari bambu.

Sejumlah karya tersebut bahkan kerap dipesan untuk dekorasi hotel maupun berbagai kegiatan.

Tahun ini menjadi kali pertama tradisi menghias kampung tersebut dikemas menjadi sebuah festival.

Puluhan lampion bakal menghiasi jalan kampung sepanjang sekitar 40–50 meter.

Tiga titik swafoto dengan dekorasi lampion berukuran besar juga disiapkan untuk menarik pengunjung.

Persiapan dilakukan sejak akhir Juli dengan melibatkan seluruh warga RW 14.

Biaya kegiatan berasal dari swadaya masyarakat. Pengerjaannya pun dilakukan secara gotong royong.

’’Semangat kebersamaan inilah yang ingin kami tanamkan. Pekerjaan yang berat akan terasa ringan jika dilakukan bersama-sama,’’ kata Atax.

Warga berbagi tugas sesuai keterampilan masing-masing.

Pemuda karang taruna, misalnya, menggarap rangka lampion menggunakan rotan, serat fiber, dan kawat sebelum dilapisi kain bernuansa merah putih.

Festival Kampung Lampion Kaswari juga tidak hanya menawarkan dekorasi.

Pengunjung bakal disuguhi pertunjukan musik dari seniman lokal serta bazar UMKM warga.

Atax berharap festival tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenalkan Kaswari sebagai kampung kreatif di Kota Madiun.

Dengan begitu, karya para perajin dan pelaku seni setempat bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

’’Kami ingin Kampung Kaswari dikenal sebagai kampung kreatif yang memiliki banyak pelaku seni. Harapannya karya warga semakin dikenal masyarakat,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
HUT ke-81 RI Kampung Lampion Kaswari kota madiun wisata madiun