Jawa Pos Radar Madiun – Alarm persoalan sampah di Kota Madiun semakin nyaring.
Kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo diperkirakan hanya mampu menampung sampah sekitar dua bulan lagi jika timbulan sampah tidak ditekan.
Kondisi tersebut mendorong DPRD Kota Madiun memperkuat gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya meminta masyarakat mulai mengurangi dan memilah sampah langsung dari sumbernya.
’’Program pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas Pemkot Madiun. Karena itu kami menghadirkan DLH untuk memberikan sosialisasi sekaligus praktik pengelolaan sampah rumah tangga,’’ ujar Armaya, Jumat (7/8).
Menurut dia, pengurangan volume sampah tidak bisa lagi ditunda. Sebab, setiap hari sekitar 120 ton sampah masuk ke TPA Winongo.
Volume tersebut bahkan dapat melonjak ketika Kota Madiun menggelar kegiatan yang mendatangkan banyak orang.
Saat karnaval maupun event besar, timbulan sampah bisa meningkat menjadi sekitar 130–140 ton per hari.
Karena itu, pemilahan sampah dari rumah diharapkan mampu mengurangi beban TPA.
Armaya membidik timbulan sampah dapat ditekan hingga 20 persen sehingga usia tampung TPA Winongo bisa diperpanjang.
’’Kalau program ini berjalan, volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang. Dampaknya, kapasitas penampungan akan lebih panjang,’’ katanya.
Politikus Partai Perindo tersebut mengatakan, hasil sosialisasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah berikutnya.
Termasuk kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung target zero waste 2027.
’’Persoalan penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat,’’ tuturnya.
DPRD juga bakal memperkuat fungsi pengawasan terhadap berbagai program persampahan.
Tujuannya memastikan anggaran yang dialokasikan pemkot dan disetujui legislatif benar-benar menghasilkan program yang efektif.
’’Kami akan memaksimalkan fungsi pengawasan agar anggaran yang sudah dialokasikan benar-benar menghasilkan program yang efektif dan berdampak,’’ tegas Armaya.
Tahun ini, sekitar Rp 30 miliar anggaran dikelola DLH Kota Madiun.
Nilainya berpotensi bertambah tahun depan untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mengejar target zero waste 2027.
’’Alokasi anggaran tahun depan untuk DLH sudah pasti ditambah. Dalam KUA-PPAS juga sudah dicantumkan. Tinggal nanti peruntukannya untuk apa saja akan dibahas lebih lanjut,’’ jelasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto