Warga Kota Madiun Makin Panjang Umur, Pemkot Bidik UHH Tembus 78 Tahun

Erlita H • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:41 WIB
TETAP AKTIF: Para lansia mengikuti senam bersama Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun di Alun-Alun Kota Madiun, Jumat (7/8). (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)
TETAP AKTIF: Para lansia mengikuti senam bersama Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun di Alun-Alun Kota Madiun, Jumat (7/8). (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Jawa Pos Radar Madiun – Warga Kota Madiun diharapkan semakin panjang umur sekaligus tetap produktif di usia senja.

Pemkot membidik usia harapan hidup (UHH) masyarakat meningkat menjadi sekitar 78 tahun dalam lima tahun ke depan.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian 2025. Saat itu, rata-rata UHH warga Kota Madiun tercatat 76,11 tahun atau meningkat 0,44 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, peningkatan UHH tidak dapat dikejar dalam waktu singkat.

Karena itu, pemkot memasang target jangka menengah untuk mencapai angka sekitar 78 tahun.

’’Kalau kemarin rata-rata umur sekitar 76,11 tahun. Saya berharap dalam lima tahun bisa menjadi sekitar 78 tahun. Saya tidak ingin targetnya hanya setahun,’’ ujarnya seusai mengikuti senam lansia di Alun-Alun Kota Madiun, Jumat (7/8).

Namun, panjang umur saja tidak cukup. Bagus ingin peningkatan UHH berjalan beriringan dengan kualitas hidup yang semakin baik.

Karena itu, warga lanjut usia didorong tetap sehat, aktif, dan memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Pengalaman panjang para lansia dinilai menjadi modal yang dapat dibagikan kepada generasi lebih muda.

’’Harapannya, lansia yang memiliki banyak pengalaman bisa membagikannya. Tidak hanya melalui senam, tetapi juga dalam aktivitas lainnya untuk kemajuan Kota Madiun,’’ katanya.

Pemkot mulai mendorong keterlibatan lansia dalam berbagai program sesuai kemampuan masing-masing.

Ruang partisipasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan olahraga dan kesehatan.

Lansia juga dapat terlibat dalam kegiatan lingkungan, pemilahan sampah, kesenian, hingga aktivitas keagamaan.

Peran yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik tanpa mengurangi kontribusi mereka.

’’Walaupun lansia tidak langsung memungut sampah, mereka bisa ikut mengawasi dan menata lingkungan,’’ jelas mantan anggota DPRD Kota Madiun tersebut.

Bagus bahkan mengusulkan istilah generasi penyemangat untuk menggambarkan kelompok lanjut usia di Kota Madiun.

Sebutan itu dianggap lebih positif sekaligus menempatkan lansia sebagai bagian masyarakat yang tetap memiliki peran.

’’Saya tidak ingin lansia itu selalu kelihatan tua. Justru mereka yang menyemangati kami yang muda,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Usia Harapan Hidup lansia kota madiun bagus panuntun Pemkot Madiun