Jawa Pos Radar Madiun – Predikat kota ramah lansia tak ingin berhenti sebatas slogan.
Pemkot Madiun terus memperkuat fasilitas publik hingga program pemberdayaan agar warga berusia 60 tahun ke atas tetap sehat, aktif, dan produktif.
Perhatian terhadap kelompok lanjut usia tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Termasuk memberikan ruang bagi lansia untuk tetap beraktivitas dan berinteraksi sosial sesuai kemampuan masing-masing.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun Heri Suwartono mengatakan, peningkatan kualitas hidup lansia ikut berkontribusi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Karena itu, menurut Heri, intervensi kesehatan dan kesejahteraan tidak dapat dilakukan hanya ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Penanganan perlu berlangsung berkelanjutan sejak usia dini.
’’Usaha pemkot dalam menyehatkan manusia mulai dari dalam kandungan sampai usia tua itu komprehensif. Kalau dominan kami, yang jelas di lansia,’’ ujarnya, Sabtu (8/8).
Salah satu program yang diperkuat adalah Karang Wreda.
Kelompok lansia tersebut telah aktif di seluruh kelurahan dengan beragam kegiatan rutin untuk menjaga interaksi sosial maupun produktivitas anggotanya.
Konsep ramah lansia juga diterapkan pada pembangunan dan penataan fasilitas publik.
Trotoar, ruang terbuka hijau (RTH), hingga taman didorong semakin aman dan mudah diakses masyarakat lanjut usia.
’’Taman-taman yang ramah lansia, kegiatan-kegiatan yang ramah lansia itu semuanya ada,’’ katanya.
Pemberdayaan tak hanya menyasar lansia yang tinggal bersama keluarga.
Warga lanjut usia yang menghuni panti juga mendapat kesempatan untuk tetap menjalani aktivitas produktif.
Selain memberikan perawatan kepada lansia nonpotensial yang tidak memiliki keluarga, pemkot menyediakan sejumlah kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan penghuni panti.
Mulai hortikultura, beternak unggas, hingga budidaya kambing.
Program tersebut diharapkan membuat lansia tetap memiliki aktivitas dan ruang untuk berkarya.
Mereka tidak hanya mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga didorong menikmati masa tua dengan kegiatan positif.
’’Penghuni lansia tidak hanya dirawat seraya menunggu panggilan pulang, tapi juga bisa beraktivitas positif seperti halnya di rumah,’’ ujarnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto