Jawa Pos Radar Madiun – Panggung Madiun Menari bakal jauh lebih semarak dari rencana awal.
Target semula hanya 500 orang, kini sekitar 3.000 peserta bersiap turun bersama dalam pertunjukan tari massal yang dijadwalkan berlangsung akhir Agustus mendatang.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, gagasan Madiun Menari berawal ketika dirinya berkeliling menghadiri sejumlah kegiatan bersih desa di berbagai kelurahan.
Beragam pertunjukan tari yang ditemuinya kemudian memantik ide mengumpulkan para pelaku seni dalam satu panggung besar.
’’Awalnya saya minta, bisa tidak mengumpulkan 500 penari. Saya ingin melihat di depan balai kota sekaligus membangkitkan semangat para pelaku seni tari,’’ ujarnya, Minggu (9/8).
Ekspektasi tersebut ternyata terlampaui jauh. Respons masyarakat membuat jumlah peserta melonjak enam kali lipat dari target awal.
Bagus menyebut sekitar 3.000 orang telah menyatakan bakal ambil bagian dalam Madiun Menari.
Pesertanya datang dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
Mulai pelajar SD, SMP, SMA, peserta ekstrakurikuler, anggota sanggar tari, hingga masyarakat umum.
Barisan peserta semakin panjang setelah unsur PKK dan aparatur sipil negara (ASN) turut bergabung.
’’Ternyata yang selama ini ‘sembunyi’, yang bisa menari, ingin ikut meramaikan,’’ kelakar Bagus.
Membeludaknya peserta dinilai menjadi gambaran besarnya potensi seni tari yang selama ini tumbuh di Kota Madiun.
Madiun Menari sekaligus diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kemampuan mereka kepada masyarakat luas.
Menariknya, besarnya partisipasi tersebut tidak sepenuhnya bertumpu pada pembiayaan pemerintah.
Bagus menyebut para peserta ikut mendukung penyelenggaraan kegiatan secara swadaya.
’’Saya ingin seni tari di Kota Madiun bisa kita angkat. Alhamdulillah semuanya mendukung dan mereka swadaya sendiri,’’ katanya.
Bagus bahkan ikut mencicipi langsung proses latihan bersama peserta. Dia sempat mencoba mengikuti sejumlah gerakan tari yang dipraktikkan para ibu.
Hasilnya, mantan anggota DPRD Kota Madiun itu mengakui menari ternyata membutuhkan kemampuan dan latihan tersendiri.
’’Ternyata angel (sulit). Lebih enak menyanyi daripada menari,’’ ujarnya sembari tertawa. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto