Jawa Pos Radar Madiun – Festival Kampung Lampion Kaswari langsung mencuri perhatian pada malam pembukaan.
Diperkirakan 500 hingga 1.000 orang berbondong-bondong memadati Jalan Kaswari, Kelurahan Nambangan Kidul, Sabtu malam (8/8).
Ledakan pengunjung itu membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Sejumlah pedagang bahkan kehabisan stok setelah dagangannya diborong pengunjung.
Ketua Panitia Festival Kampung Lampion Kaswari Atax Yunias Bayana mengaku jumlah pengunjung jauh melampaui perkiraan.
Mereka tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar, tetapi juga datang dari luar wilayah.
’’Antusias warga di luar ekspektasi kami. Banyak pengunjung dan UMKM lokal juga habis semua dagangannya,’’ ujarnya, kemarin (9/8).
Festival tersebut menyulap Jalan Kaswari menjadi ruang pamer kreativitas warga.
Beragam lampion menghiasi sepanjang jalan kampung, mulai bentuk hati hingga berbagai ornamen kreasi masyarakat.
Hiburan musik yang dibawakan warga semakin menghidupkan suasana.
Sekitar 10 pelaku UMKM turut mengambil bagian dengan menjajakan makanan, minuman, hingga pakaian.
Membludaknya pengunjung sempat membuat panitia kewalahan. Namun, tingginya animo masyarakat dinilai menjadi bentuk apresiasi terhadap karya seni yang selama ini dikembangkan warga Kampung Kaswari.
’’Kami sempat kewalahan karena pengunjung yang datang begitu banyak, bahkan dari luar wilayah. Bagi kami sebagai pelaku seni, kunjungan masyarakat menjadi bentuk apresiasi terhadap karya warga,’’ kata Atax.
Festival Kampung Lampion Kaswari dijadwalkan kembali berlangsung Sabtu pekan depan.
Panitia berencana menambah ornamen sekaligus melakukan sejumlah pembenahan berdasarkan evaluasi malam pembukaan.
Persoalan parkir menjadi salah satu perhatian utama. Panitia bakal mengarahkan kendaraan pengunjung menuju kantong parkir di area bekas terminal melalui sisi utara Jalan Kaswari.
Kantong parkir tambahan juga disiapkan di sekitar Masjid Baiturrahman.
Penataan tersebut dilakukan agar ramainya pengunjung tidak mengganggu akses di sekitar kampung.
Seluruh rangkaian Festival Kampung Lampion Kaswari tetap dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Panitia berharap tingginya kunjungan tidak berhenti pada kemeriahan festival, tetapi turut menggerakkan ekonomi warga.
’’Harapannya kampung ini semakin dikenal sebagai kampung kreatif, bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto