Event Dongkrak Hunian Hotel Kota Madiun, TPK Juni 2026 Tembus 43,45 Persen

Erlita H • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:45 WIB
Ilustrasi Rekomendasi Hotel di Madiun.
TERUS MENINGKAT: Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Madiun mencapai 43,45 persen pada Juni 2026, terdongkrak peningkatan kunjungan wisatawan dan berbagai event. (Ilustrasi/Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Jawa Pos Radar Madiun – Ramainya agenda wisata mulai mengerek bisnis perhotelan di Kota Madiun.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Juni 2026 mencapai 43,45 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sekaligus melampaui capaian periode yang sama dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, TPK Juni naik 4,39 poin dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 39,06 persen.

Capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan Juni 2025 sebesar 38,12 persen dan Juni 2024 sebesar 37,86 persen.

Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis mengatakan, kenaikan tingkat hunian sejalan dengan bertambahnya jumlah tamu hotel dan durasi menginap wisatawan.

’’Baik jumlah tamu yang menginap maupun rata-rata lama menginap mengalami kenaikan. Ini yang menyebabkan tingkat penghunian kamar hotel meningkat,’’ ujarnya, kemarin (10/8).

Sepanjang Juni 2026, BPS mencatat 36.414 tamu menginap di hotel Kota Madiun.

Jumlah tersebut bertambah dibandingkan Mei yang tercatat sebanyak 35.613 tamu.

Durasi menginap wisatawan nusantara juga meningkat. Rata-rata lama menginap naik dari 1,29 malam per tamu pada Mei menjadi 1,32 malam pada Juni.

Geliat sektor pariwisata semakin terlihat dari mobilitas wisatawan nusantara menuju Kota Madiun.

Sepanjang Juni tercatat 234.849 perjalanan, melonjak dari 207.947 perjalanan pada Mei.

Menurut Azis, sejumlah event yang diselenggarakan Pemkot Madiun ikut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan tersebut.

Momentum libur sekolah juga menjadi faktor pendorong mobilitas masyarakat.

’’Beberapa event yang diciptakan pemkot cukup berkontribusi positif untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan maupun tingkat hunian hotel,’’ katanya.

Dampaknya dinilai tidak berhenti pada bisnis perhotelan. Bertambahnya wisatawan berpotensi memperbesar perputaran ekonomi di sektor kuliner, perdagangan, transportasi, maupun usaha lainnya sekaligus mendukung pendapatan asli daerah (PAD).

Karena itu, Azis mendorong agenda wisata Kota Madiun terus diperkuat.

Tidak hanya memperbanyak event, skala penyelenggaraan juga dinilai perlu ditingkatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah.

’’Saya kira ini momen yang bagus untuk bulan-bulan berikutnya lebih ditingkatkan lagi event-event. Event tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi event nasional hingga internasional,’’ ujarnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
TPK event kota madiun BPS hotel