Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan kebakaran di Kota Madiun kini diperkuat hingga tingkat lingkungan.
Sebanyak 300 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dibekali keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat sebelum petugas tiba.
Mereka tidak hanya diajarkan cara memadamkan api. Satlinmas juga dibekali kemampuan penyelamatan, pengamanan lokasi, hingga langkah yang harus dilakukan agar masyarakat tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat.
Kemampuan tersebut diasah melalui pelatihan tanggap darurat, pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta penyelamatan di kompleks GOR Wilis, Selasa (11/8).
Ratusan anggota Satlinmas mendapatkan materi sekaligus praktik langsung menggunakan berbagai peralatan pemadam kebakaran.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, Satlinmas memiliki posisi strategis dalam penanganan awal kondisi darurat lantaran bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, anggota Satlinmas diharapkan tidak hanya menunggu petugas ketika kebakaran terjadi.
Mereka harus memahami langkah pertama yang dapat dilakukan sembari menunggu petugas pemadam kebakaran (Damkar) tiba.
’’Sebelum petugas pemadam kebakaran datang, satlinmas harus bisa membantu. Pertama melaporkan kejadian, kedua menjaga agar masyarakat tidak panik, dan ketiga mengetahui cara memadamkan api,’’ ujarnya.
Peningkatan kemampuan tersebut dinilai penting menyusul sejumlah kejadian kebakaran yang ditangani petugas dalam beberapa bulan terakhir.
Selain teknik pemadaman api, Satlinmas dilatih melokalisasi area terdampak ketika terjadi kondisi darurat.
Langkah itu diperlukan untuk mencegah risiko meluas sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
Bekal keterampilan yang diberikan juga tidak terbatas pada penanganan kebakaran.
Mereka mendapatkan materi penanganan hewan yang berpotensi membahayakan warga, seperti ular dan tawon.
’’Mereka harus menguasai langkah mitigasi, termasuk bagaimana melokalisasi wilayah ketika terjadi kejadian dan menggunakan peralatan yang tersedia,’’ jelas Bagus.
Pemkot Madiun tidak ingin pelatihan tersebut berhenti pada 300 anggota Satlinmas. Program serupa direncanakan berlanjut hingga tingkat kecamatan.
Para camat bakal diminta mengumpulkan anggota Satlinmas di wilayah masing-masing untuk memperkuat kemampuan penanganan kedaruratan.
Dalam kegiatan tersebut, Bagus juga mengecek kesiapan peralatan pemadam serta menyaksikan langsung simulasi penanganan kebakaran.
Menurut dia, kesiapsiagaan menjadi penting lantaran kondisi darurat dapat terjadi kapan saja.
Kemampuan memberikan respons awal diharapkan dapat menekan risiko sebelum petugas profesional tiba di lokasi.
’’Musibah tidak bisa dijadwalkan. Ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Satlinmas harus tanggap,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto