Madiun Menari hingga Barongsai, Deretan Event Kota Madiun Agustus–September

Erlita H • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Warga Kota Madiun berlatih Tari Beksan Parisuko untuk tampil dalam acara Madiun Menari di Jalan Pahlawan pada 29 Agustus. Foto: Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
SEMARAK: Sejumlah event bakal meramaikan Kota Madiun sepanjang Agustus hingga September 2026.

Jawa Pos Radar Madiun – Agustus hingga September 2026 bakal menjadi bulan sibuk bagi Kota Madiun.

Sederet event telah disiapkan pemkot untuk meramaikan kota sekaligus menarik kunjungan masyarakat.

Agendanya beragam. Mulai malam kenegaraan, karnaval sepeda hias, Grebeg Maulud, Madiun Menari, Madiun Melukis, hingga Kejuaraan Barongsai dan Tarian Naga.

Persiapan sederet agenda tersebut dibahas Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) di balai kota, Senin (10/8) lalu.

Tak sebatas menentukan jadwal, konsep hingga teknis pelaksanaan masing-masing kegiatan turut dimatangkan.

Bagus menginginkan setiap event tidak berhenti sebatas seremoni.

Menurut dia, konsep kegiatan harus dikemas menarik sehingga mampu meninggalkan pengalaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang.

’’Event jangan asal. Harus main rasa dan membangun cerita bagi orang yang datang,’’ ujarnya, Rabu (12/8).

Rangkaian agenda dimulai dengan malam kenegaraan pada 17 Agustus.

Lima hari berselang atau 22 Agustus, giliran karnaval sepeda hias yang bakal menyemarakkan Kota Madiun.

Sekitar 120 grup dari kalangan pelajar SD hingga SMA dijadwalkan ambil bagian dalam karnaval tersebut.

Bagus berharap kegiatan itu juga mampu membangun kolaborasi di lingkungan sekolah.

’’Saya ingin dari guru sampai murid semua berkolaborasi,’’ katanya.

Keseruan berlanjut pada 24–25 Agustus melalui Grebeg Maulud. Kegiatan tersebut bakal berlangsung di empat titik, yakni Masjid Kuno Kuncen, Masjid Kuno Taman, depan balai kota, dan alun-alun.

Penataan lokasi hingga antisipasi kepadatan pengunjung menjadi salah satu perhatian pemkot.

Tujuannya, rangkaian Grebeg Maulud dapat berjalan tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Agenda berikutnya adalah Madiun Menari yang dijadwalkan berlangsung 29 Agustus dengan konsep car free night.

Sehari berselang, giliran Madiun Melukis yang bakal melibatkan tujuh sanggar dengan sekitar 300 peserta.

Rangkaian event belum berhenti pada Agustus. Memasuki September, Kota Madiun juga bakal menjadi arena Kejuaraan Barongsai dan Tarian Naga dengan peserta dari berbagai daerah.

Pemkot berharap padatnya kalender event tersebut tidak hanya menyediakan hiburan.

Berbagai kegiatan itu juga dibidik menjadi ruang kreativitas masyarakat sekaligus memberikan efek ekonomi bagi kota.

’’Kami berharap sederet event yang disiapkan itu mampu menjadi ruang kreativitas sekaligus mendongkrak kunjungan dan menggerakkan perekonomian Kota Madiun,’’ harap Bagus. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
madiun menari event kota madiun madiun melukis kejuaraan barongsai grebeg maulud