UMKM Kota Madiun Didorong Go Digital, Belajar Live Shopping hingga Aplikasi POS

Erlita H • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:00 WIB
GO DIGITAL: Pelaku UMKM Kota Madiun mengikuti pelatihan digital marketing untuk memperluas pemasaran dan membenahi pencatatan transaksi, Kamis (13/8). (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)
GO DIGITAL: Pelaku UMKM Kota Madiun mengikuti pelatihan digital marketing untuk memperluas pemasaran dan membenahi pencatatan transaksi, Kamis (13/8). (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 22 pelaku UMKM Kota Madiun dibekali kemampuan pemasaran digital hingga penggunaan aplikasi kasir point of sale (POS).

Digitalisasi tersebut diarahkan untuk memperluas pemasaran sekaligus membenahi pencatatan transaksi pelaku usaha.

Puluhan peserta berasal dari Pahlawan Religi Center (PRC) dan Lapak Oro-Oro Ombo.

Mereka mengikuti pelatihan digital marketing di Gedung Dekranasda Kota Madiun, Kamis (13/8).

Materi yang diberikan tidak sebatas pemasaran produk secara daring.

Pelaku UMKM juga belajar memanfaatkan live shopping dan live streaming di media sosial untuk menjangkau konsumen.

’’Untuk hari ini kami mengadakan pelatihan digital marketing dengan peserta sejumlah 22 orang,’’ kata Kabid Koperasi dan UKM Disnaker KUKM Kota Madiun Angga Wahyu Nurcahyo.

Pemkot Madiun juga memberikan aplikasi POS untuk membantu pencatatan transaksi sekaligus mencetak struk pembelian.

Peserta mendapat dukungan perangkat berupa printer termal, ring light, dan clip on untuk menunjang pemasaran digital.

’’Aplikasi ini bisa digunakan untuk berjualan sehingga pembeli bisa mendapatkan struk dari aplikasi tersebut,’’ jelas Angga.

Program digitalisasi UMKM tersebut digelar dalam tiga angkatan. Angkatan pertama telah dilaksanakan beberapa bulan lalu dengan menyasar 22 pelaku usaha di PRC.

Pelatihan selanjutnya akan digilir kepada UMKM yang menempati fasilitas milik Pemkot Madiun.

Lapak Banjarejo dan Lapak Kanigoro termasuk yang berpeluang menjadi sasaran berikutnya.

’’Yang utama adalah UMKM yang sudah mendapatkan fasilitas tempat dari pemkot. Nanti bisa bergilir, seperti Lapak Banjarejo maupun Lapak Kanigoro,’’ terangnya.

Berdasarkan data Kementerian UMKM yang disampaikan Angga, terdapat sekitar 40 ribu UMKM di Kota Madiun.

Namun, program digitalisasi untuk sementara diprioritaskan kepada pelaku usaha yang menempati fasilitas pemkot.

Di PRC terdapat sekitar 30 pelaku usaha. Sedangkan UMKM yang menempati berbagai lapak milik pemkot mencapai ratusan dan masih dalam proses pendataan.

Angga berharap pemanfaatan teknologi dapat membantu meningkatkan omzet sekaligus membuat administrasi transaksi pelaku UMKM lebih tertata.

’’Yang sebelumnya masih menggunakan nota manual atau catatan sederhana, sekarang bisa beralih ke sistem digital melalui bantuan pemerintah kota, termasuk printer dan aplikasi POS,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
digital marketing digitalisasi UMKM umkm kota madiun Disnaker KUKM Kota Madiun