52 Pejabat Pemkot Madiun Dimutasi, Bagus Minta Program Lama Tetap Dikawal

Erlita H • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB
ROTASI: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun melantik 52 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional untuk menempati jabatan baru, Jumat (14/8). (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)
ROTASI: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun melantik 52 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional untuk menempati jabatan baru, Jumat (14/8). (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Jawa Pos Radar Madiun – Gerbong mutasi Pemkot Madiun kembali bergerak.

Sebanyak 52 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional dilantik menempati posisi baru, Jumat (14/8).

Namun, pekerjaan rumah pengisian jabatan belum tuntas karena sekitar 24 posisi masih kosong.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, rotasi tersebut salah satunya dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di lingkungan pemkot.

Pejabat yang berpindah organisasi perangkat daerah (OPD) maupun bidang juga dituntut segera beradaptasi dengan tugas baru.

Namun, perpindahan jabatan tidak serta-merta memutus tanggung jawab terhadap pekerjaan sebelumnya.

Bagus meminta mereka tetap membantu mengawal program yang persiapannya telah berjalan.

’’Ini kegiatan besar yang masih berjalan. Teman-teman persiapannya juga sudah jalan. Karena mereka pindah tidak dalam satu dinas, saya minta tetap ikut mengawal,’’ ujarnya.

HUT RI hingga Alih Kelola LKK Tetap Dikawal

Sejumlah agenda yang diminta tetap dikawal di antaranya rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Termasuk rencana alih kelola LKK ke BPR Bank Daerah.

Bagus tidak ingin rotasi pejabat mengganggu agenda maupun program yang sudah dipersiapkan.

Di sisi lain, pejabat yang dimutasi harus segera menyesuaikan diri dengan pola kerja di tempat baru.

’’Tentunya ini pekerjaan baru bagi yang pindah dinas atau pindah bidang. Pola kerja pemkot sudah saya ubah. Semuanya berjalan sesuai rules dan harus dijalankan dengan baik,’’ tegasnya.

Adaptasi cepat diperlukan karena waktu efektif untuk menuntaskan target pembangunan 2026 semakin pendek.

Sejumlah program juga masih perlu dibenahi bersamaan dengan bergulirnya perubahan APBD.

’’Beberapa hal harus diperbaiki sambil kita menghadapi perubahan anggaran. Kita sedang mengejar di situ dan ini harus bisa diselesaikan,’’ kata Bagus.

Masih Ada 24 Jabatan Kosong

Kepala BKPSDM Kota Madiun Haris Rahmanudin mengatakan, sekitar 24 jabatan masih kosong setelah rotasi 52 pejabat tersebut.

Pemetaan kebutuhan pengisian juga memperhitungkan ASN yang memasuki masa pensiun hingga Desember 2026.

’’Lebih kurang ada 24-an. Sebagian prosesnya melalui mutasi. Yang akan kita ajukan nanti juga memperhitungkan yang pensiun sampai Desember. Masih proses,’’ ungkap Haris.

Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) atau eselon II juga masih bergulir.

Bagus menyebut seleksi untuk sejumlah posisi yang telah dibuka terus berjalan.

Berdasarkan perkembangan terakhir, jumlah pelamar disebut telah memenuhi persyaratan.

Namun, Bagus belum menerima laporan terbaru mengenai jumlah pendaftar.

’’Saya belum dapat laporan berapa yang sudah mendaftar. Tetapi beberapa hari kemarin secara syarat sudah memenuhi,’’ jelasnya.

Sementara itu, sejumlah kursi JPTP lain yang masih kosong bakal diisi melalui mekanisme berbeda.

Pemkot Madiun telah mengajukan prosesnya dan masih menunggu tahapan berikutnya.

Haris menegaskan pengisian jabatan eselon II harus tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Terlebih, sejumlah posisi saat ini masih dijabat pelaksana tugas (Plt).

’’Eselon II kemarin sudah berproses. Mekanismenya tetap kami sampaikan ke kemendagri,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
pejabat kota madiun bkpsdm kota madiun mutasi pemkot madiun JPTP