352 Perwira Transportasi Dilantik di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Disiapkan Jadi ASN hingga Operator

Dwita Ikhtiananda • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:48 WIB
PERWIRA TRANSPORTASI: Sebanyak 352 perwira dari tiga perguruan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan resmi dilantik di PPI Madiun, Sabtu (15/8). Para lulusan dipersiapkan mengisi kebutuhan SDM sektor transportasi sebagai regulator maupun operator.
PERWIRA TRANSPORTASI: Sebanyak 352 perwira dari tiga perguruan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan resmi dilantik di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Sabtu (15/8). Para lulusan dipersiapkan mengisi kebutuhan SDM sektor transportasi sebagai regulator maupun operator.

Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 352 perwira transportasi resmi dilantik di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Sabtu (15/8). Mereka dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) sektor transportasi, baik sebagai regulator maupun operator.

Ratusan perwira tersebut merupakan lulusan tiga perguruan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan. Rinciannya, 218 perwira dari PPI Madiun, 74 perwira Politeknik Penerbangan Surabaya (Poltekbang Surabaya), serta 60 perwira Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (API Banyuwangi).

Disiapkan Jadi ASN hingga Operator

Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Suharto mengatakan, terdapat dua pola pendidikan bagi para lulusan, yakni pola pembibitan dan pola mandiri.

Lulusan pola pembibitan dipersiapkan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sementara itu, lulusan pola mandiri diarahkan untuk berkarier sebagai operator di sejumlah perusahaan sektor transportasi.

Menurut Suharto, regulator dan operator perlu memiliki visi yang sama dalam membangun sistem transportasi yang semakin baik.

’’Antara operator dan regulator harus mempunyai visi yang sama untuk membangun transportasi,’’ ujarnya.

PERWIRA TRANSPORTASI: Sebanyak 352 perwira dari tiga perguruan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan resmi dilantik di PPI Madiun, Sabtu (15/8). Para lulusan dipersiapkan mengisi kebutuhan SDM sektor transportasi sebagai regulator maupun operator.
PERWIRA TRANSPORTASI: Sebanyak 352 perwira dari tiga perguruan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan resmi dilantik di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Sabtu (15/8). Para lulusan dipersiapkan mengisi kebutuhan SDM sektor transportasi sebagai regulator maupun operator.

Integritas Jadi Bekal Perwira Transportasi

Suharto menyebut tantangan sektor transportasi ke depan semakin kompleks. Pelayanan transportasi yang berkualitas membutuhkan SDM yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki etos kerja dan integritas.

Bekal tersebut telah ditanamkan selama para perwira menjalani pendidikan. Mereka diharapkan mampu menerapkan kompetensi dan karakter yang diperoleh ketika memasuki dunia kerja.

Baca Juga: PPI Madiun Wisuda 204 Perwira Transportasi, Banyak Langsung Diterima Kerja

’’Harapannya, para perwira transportasi yang dilantik hari ini dapat bekerja secara maksimal di dunia kerja masing-masing. Mereka telah dididik dan dibekali karakter, kompetensi, serta integritas,’’ tegasnya.

Kesamaan visi antara regulator dan operator, lanjut Suharto, menjadi hal penting agar pembangunan sektor transportasi dapat berjalan secara selaras.

Dituntut Adaptif di Dunia Kerja

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja menambahkan, kemampuan para lulusan tidak boleh berhenti pada aspek akademik.

Potensi lain yang dimiliki para perwira, termasuk bidang seni maupun berbagai keterampilan, perlu terus diasah setelah menyelesaikan pendidikan.

’’Hal ini yang harus kita jaga dan terus kita kembangkan,’’ katanya.

Aba berharap para perwira mampu memberikan kontribusi lebih luas di tempat mereka berkarier. Tidak hanya bagi lulusan yang nantinya bekerja di pemerintahan, tetapi juga mereka yang terjun ke berbagai sektor lainnya.

Baca Juga: PPI Madiun Cetak Lulusan Perkeretaapian Unggul, Wisuda 204 Perwira Transportasi

Kualitas SDM menjadi salah satu elemen penting dalam menopang kinerja organisasi. Karena itu, kompetensi yang diperoleh selama pendidikan perlu dibarengi kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.

"Para perwira transportasi diharapkan tidak sekadar mengandalkan ijazah dan kemampuan teknis, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja masing-masing," katanya.(*)

Editor : Dwita Ikhtiananda
Sumber : Radar Madiun
perwira transportasi Poltebag Surabaya API Banyuwangi Kementrian Perhubungan. PPI Madiun