Jawa Pos Radar Madiun – Seleksi terbuka empat jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Pemkot Madiun terus bergulir.
Hingga kemarin (15/8), pelamar yang resmi memasukkan berkas masih berasal dari kalangan internal pemkot.
Empat kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilelang adalah kepala Dinas Perhubungan (Dishub), kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, masing-masing posisi sudah diminati pelamar.
Namun, jumlah pendaftar belum dapat dipastikan karena tahapan pendaftaran masih berlangsung.
’’Masing-masing posisi Insya Allah sudah ada yang daftar. Kalau dari luar kota, secara dokumen resmi belum ada yang masuk,’’ ujarnya.
Meski pendaftar resmi masih didominasi internal, seleksi JPTP Kota Madiun mulai dilirik ASN dari luar daerah.
Soeko menyebut setidaknya ada satu calon dari luar Kota Madiun yang telah menunjukkan ketertarikan. Namun, yang bersangkutan belum menyerahkan dokumen pendaftaran.
’’Yang intip-intip sudah ada dari luar kota, tapi belum menyerahkan dokumen. Baru satu,’’ katanya.
Setelah pendaftaran ditutup, panitia seleksi akan melakukan pemeriksaan administrasi sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Hasil proses tersebut selanjutnya diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pemkot Madiun membuka peluang memperpanjang masa pendaftaran apabila salah satu dari empat formasi belum memenuhi syarat minimal tiga pelamar.
Kendati demikian, Soeko optimistis kebutuhan jumlah pendaftar tersebut dapat terpenuhi.
’’Kalau tidak tiga pelamar di masing-masing posisi, ya diperpanjang. Tapi, Insya Allah tercukupi,’’ jelasnya.
Menurut Soeko, stok ASN Pemkot Madiun yang memenuhi persyaratan pangkat dan jabatan masih cukup banyak.
Permohonan rekomendasi untuk mengikuti seleksi juga terus berjalan.
Sementara itu, pengisian jabatan kosong lainnya tidak seluruhnya harus ditempuh melalui seleksi terbuka.
Pemkot dapat menggunakan mekanisme mutasi maupun rotasi sesuai ketentuan.
’’Ada jalur mutasi, rotasi, ada seleksi terbuka. Kalau yang tidak ikut seleksi terbuka, nanti bisa melalui jalur mutasi antareselon II,’’ pungkas Soeko yang juga ketua tim panitia seleksi JPTP. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto