Detik-Detik Proklamasi, Pengendara di Tiga Simpang Kota Madiun Diajak Hening Cipta

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 18:15 WIB
HENING CIPTA: Pengendara berhenti sejenak di salah satu simpang Kota Madiun saat detik-detik Proklamasi, Senin (17/8) pukul 10.00. (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)
HENING CIPTA: Pengendara berhenti sejenak di salah satu simpang Kota Madiun saat detik-detik Proklamasi, Senin (17/8) pukul 10.00. (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Jawa Pos Radar Madiun – Hiruk-pikuk lalu lintas di tiga simpang Kota Madiun mendadak berhenti selama sekitar tiga menit, Senin (17/8) pukul 10.00.

Para pengendara diajak mengheningkan cipta bertepatan dengan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Aksi tersebut berlangsung di Simpang Sriti (Bantaran), Simpang Titik 0, dan Simpang Sleko.

Momen hening cipta di tengah jalan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Madiun.

Sebanyak 18 anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) 2025 diterjunkan. Mereka dibagi ke tiga lokasi tersebut.

Kabid Ideologi Bakesbangpol Kota Madiun Hengky Wahyu Setyo Wibowo mengatakan, masing-masing titik diisi enam personel. Terdiri atas lima anggota PPI dan seorang ofisial.

’’Peringatan detik-detik Proklamasi di simpang lampu merah merupakan bagian dari rangkaian HUT RI,’’ ujarnya.

Hengky menjelaskan, hening cipta di ruang publik sengaja digelar agar masyarakat yang tidak mengikuti upacara tetap dapat merasakan momentum sakral Proklamasi.

Aktivitas masyarakat dihentikan sejenak untuk memberikan penghormatan sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

Pemilihan simpang jalan sebagai lokasi kegiatan juga memiliki alasan tersendiri.

Kawasan tersebut menjadi titik pertemuan masyarakat yang datang dari berbagai arah dan latar belakang.

’’Hening cipta di ruang publik menghadirkan suasana khidmat yang menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang,’’ katanya.

Menurut Hengky, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi milik mereka yang mengikuti upacara.

Masyarakat yang sedang berada dalam perjalanan juga bisa mengambil bagian dalam mengenang perjuangan para pahlawan.

’’Sebesar apa pun kesibukan dan mobilitas masyarakat, tetap ada waktu untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, serta mengingat dan menghargai perjuangan para pahlawan,’’ terangnya.

Hengky berharap tradisi tersebut dapat memperkuat rasa nasionalisme sekaligus menjadi ruang refleksi bagi masyarakat.

Sebab, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan panjang para pendahulu.

’’Selain menumbuhkan nasionalisme, kegiatan ini diharapkan memperkuat kedisiplinan dan empati kebangsaan masyarakat,’’ tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
HUT ke-81 RI PPI Kota Madiun detik-detik proklamasi kota madiun