Wali Kota Bersama Rakyat Kembali Digelar, Pemkot Madiun Boyong Layanan ke Kelurahan

Erlita H • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:40 WIB
DI TENGAH RAKYAT: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengikuti program Wali Kota Bersama Rakyat di Kelurahan Kanigoro, Rabu (19/8) malam. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
DI TENGAH RAKYAT: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengikuti program Wali Kota Bersama Rakyat di Kelurahan Kanigoro, Rabu (19/8) malam. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Warga Kota Madiun tak harus selalu datang ke kantor pemerintahan untuk mengakses sejumlah layanan publik.

Melalui program Wali Kota Bersama Rakyat (WBR), berbagai pelayanan diboyong langsung ke tengah permukiman sekaligus menjadi ruang menyerap aspirasi masyarakat.

WBR perdana tahun ini menyasar Kelurahan Kanigoro, Pilangbango, dan Rejomulyo pada Rabu (19/8) malam. Program tersebut berlanjut ke Kelurahan Demangan, Jumat (21/8).

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, konsep WBR tahun ini telah dievaluasi berdasarkan pelaksanaan sebelumnya.

Salah satu penyesuaian dilakukan dengan mengombinasikan pelayanan pada siang dan malam hari.

’’Tujuan WBR untuk komunikasi dengan perwakilan masyarakat supaya kami tahu usulan-usulan yang terkadang tidak tersampaikan. Sekaligus mengetahui kondisi di lapangan, termasuk ekonomi masyarakat di masing-masing kelurahan,’’ ujarnya.

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) diterjunkan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Layanan yang tersedia beragam. Mulai administrasi kependudukan, perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, pembayaran air, perpajakan, hingga perizinan.

Bulog dan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun turut membuka stan. Sekaligus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pemkot Madiun juga menyerahkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada empat keluarga.

Selain itu, dilakukan soft launching penyaluran bantuan pangan periode Juli–September.

Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan total 30 kilogram beras.

Pelayanan dalam program WBR tidak berhenti di lokasi kegiatan. Bagus bersama jajaran Pemkot Madiun juga mendatangi langsung rumah sejumlah warga.

Salah satunya rumah Sarinem, 71, lansia nonpotensial penerima bantuan pemkot.

Dia menerima bantuan tunai Rp 2 juta setiap tiga bulan atau Rp 8 juta dalam setahun, di luar bantuan kebutuhan pokok.

’’Dalam WBR pasti ada sambang warga sekaligus kami serahkan bantuan,’’ kata Bagus.

Sambang warga sekaligus dimanfaatkan untuk mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.

Aspirasi yang muncul beragam, mulai permintaan kursi roda hingga alat pemotong pohon.

Kebutuhan yang dinilai mendesak diminta segera ditindaklanjuti OPD terkait.

Bagus mengatakan, kepala OPD juga dibagi untuk mendatangi sejumlah warga.

Dengan cara tersebut, persoalan dan kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara langsung tanpa harus menunggu laporan berjenjang.

Program Wali Kota Bersama Rakyat diharapkan tak sekadar mendekatkan pelayanan publik.

Pemkot juga ingin memastikan aspirasi maupun persoalan masyarakat di tingkat kelurahan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.

’’Harapannya, kegiatan ini bisa membantu masyarakat dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,’’ pungkasnya. (err/her/adv)

Editor : Hengky Ristanto
kota madiun Wali Kota Bersama Rakyat pelayanan publik WBR Pemkot Madiun