Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi belanja APBD Kota Madiun 2026 belum menyentuh separuh pagu.
Hingga pertengahan Agustus, anggaran yang terserap baru Rp 466,79 miliar dari total Rp 1,069 triliun atau sekitar 43,63 persen.
Rendahnya serapan tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Terlebih, perubahan APBD 2026 bakal membawa sejumlah penyesuaian sekaligus tambahan anggaran.
Dewan tidak ingin anggaran yang bertambah justru membuat belanja daerah menumpuk menjelang tutup tahun.
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, progres realisasi anggaran bakal menjadi salah satu fokus dalam pembahasan perubahan APBD.
Organisasi perangkat daerah (OPD) akan dimintai penjelasan mengenai capaian serapan sekaligus strategi percepatannya.
’’Nanti akan kami lihat dalam proses rapat dengar pendapat untuk perubahan ini. Kami akan menanyakan serapan anggarannya sudah sampai mana,’’ ujarnya, Kamis (20/8).
Menurut Armaya, sejumlah pekerjaan fisik maupun program kegiatan belum menunjukkan serapan maksimal pada bulan-bulan sebelumnya.
Karena itu, sisa tahun anggaran harus dimanfaatkan untuk menggenjot eksekusi.
’’Kalau belum maksimal, masih ada waktu sekitar lima bulan. Tentunya harus kami push lagi,’’ tegasnya.
Armaya juga mengingatkan bahwa setiap penambahan anggaran dalam perubahan APBD harus ditopang argumentasi dan perencanaan yang matang.
Pemkot Madiun harus mampu meyakinkan DPRD bahwa tambahan anggaran tersebut realistis untuk direalisasikan sesuai tenggat.
’’Kalau belum terserap secara maksimal tetapi akan ada perubahan, tentunya harus ada argumen dan alasan dari pemerintah kota serta langkah-langkah yang akan ditempuh,’’ jelasnya.
DPRD bakal mengawal percepatan tersebut melalui fungsi pengawasan.
Targetnya, pekerjaan fisik maupun program pemerintah tidak menumpuk pada penghujung tahun anggaran.
’’Ini akan menjadi pertimbangan kami agar serapan anggaran maksimal sampai 25 Desember,’’ imbuh Armaya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyebut realisasi anggaran secara umum saat ini berada di kisaran 45 persen.
Menurut dia, angka tersebut masih terus bergerak seiring dengan berjalannya berbagai proyek dan proses lelang di lingkungan Pemkot Madiun.
’’Sekitar 45 persen hari ini. Masih terus berjalan karena seluruh proyek dan lelang juga masih berjalan,’’ ujarnya.
Bagus optimistis sisa waktu tahun anggaran masih cukup untuk mengejar realisasi belanja.
Termasuk mengeksekusi penyesuaian maupun tambahan anggaran yang masuk dalam perubahan APBD Kota Madiun 2026.
’’Akan kami maksimalkan. Insya Allah aman,’’ tegas Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto