Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan keluarga di Kota Madiun kembali menerima bantuan pangan (banpang).
Untuk alokasi Juli–September 2026, Bulog menyiapkan 348.750 kilogram atau 348,75 ton beras bagi 11.625 penerima bantuan pangan (PBP).
Jumlah penerima kali ini menyusut dibandingkan penyaluran sebelumnya.
Jika sebelumnya sekitar 14 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan, kini jumlahnya menjadi 11.625 KPM seiring perubahan kriteria berdasarkan desil kesejahteraan.
Penyaluran perdana menyasar Kelurahan Pilangbango, Kanigoro, dan Rejomulyo.
Soft launching dilakukan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dalam rangkaian Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) di Lapak Kampir, Kanigoro.
Pimpinan Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan, setiap KPM mendapatkan jatah 10 kilogram beras per bulan. Namun, penyaluran dilakukan sekaligus untuk alokasi tiga bulan.
’’Jadi, totalnya 30 kilogram per KPM,’’ ujarnya, Kamis (20/8).
Sebanyak 11.625 penerima bantuan pangan tersebut tersebar di tiga kecamatan.
Kecamatan Kartoharjo mendapat alokasi untuk 3.215 PBP, Manguharjo 3.660 PBP, dan Taman paling banyak dengan 4.750 PBP.
Beras yang disalurkan merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) kualitas medium.
Agung menargetkan distribusi bantuan pangan di Kota Madiun dapat diselesaikan dalam lima hingga tujuh hari kerja.
Namun, jadwal penyaluran bakal menyesuaikan rangkaian kegiatan Agustusan serta libur Maulid Nabi.
’’Target nasional sampai akhir September. Tapi, kami yakin awal September penyaluran di Kota Madiun sudah selesai,’’ katanya.
Bulog juga mengingatkan penerima agar tidak memperjualbelikan beras bantuan.
Banpang tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
’’Bantuan pangan ini sebaiknya dikonsumsi sendiri untuk membantu kebutuhan masyarakat,’’ tegas Agung.
Bagus menjelaskan, jumlah penerima bantuan pangan Kota Madiun menyusut dibandingkan periode sebelumnya. Dari sekitar 14 ribu KPM, kini tinggal 11.625 KPM.
Perubahan tersebut dipengaruhi penyesuaian kriteria penerima berdasarkan kelompok desil kesejahteraan.
’’Sebelumnya desil 1 sampai 5, sekarang desil 1 hingga 4,’’ jelasnya.
Skema bantuan juga mengalami perubahan.
Jika pada penyaluran sebelumnya masyarakat memperoleh beras dan minyak goreng, kali ini bantuan hanya berupa beras dengan total 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan.
’’Bantuan dari Bulog tentunya sangat membantu warga Kota Madiun. Kami siap memastikan bantuan ini memberikan manfaat,’’ pungkas Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto