Menekraf Ungkap Potensi Besar Pawitandirogo, Ekonomi Kreatif Jadi Andalan

Erlita H • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:53 WIB
PERKUAT KOLABORASI: Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyerahkan cendera mata kepada Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dalam Sarasehan Kemerdekaan Paguyuban Pawitandirogo. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
PERKUAT KOLABORASI: Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyerahkan cendera mata kepada Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dalam Sarasehan Kemerdekaan Paguyuban Pawitandirogo. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Enam daerah di kawasan Pawitandirogo mempertebal kolaborasi untuk membangun kekuatan ekonomi regional.

Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ponorogo berupaya mengawinkan potensi masing-masing untuk menciptakan keunggulan kompetitif kawasan.

Ekonomi kreatif Pawitandirogo menjadi salah satu sektor yang dibidik sebagai sumber pertumbuhan baru.

Kekayaan budaya hingga komunitas kreatif dinilai memiliki modal besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan bernilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Kemerdekaan Paguyuban Pawitandirogo di Hotel Mercure Madiun, Jumat (21/8).

Pertemuan yang memasuki tahun kedua itu mengusung tema Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi.

Anggota I BPK RI sekaligus Pembina Paguyuban Pawitandirogo Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan, sarasehan bukan sekadar menjadi ruang silaturahmi antardaerah.

Forum tersebut diharapkan menghasilkan kolaborasi konkret yang dapat menggerakkan pembangunan enam kabupaten/kota sekaligus memperkuat perekonomian kawasan.

’’Sarasehan ini menjadi bentuk bagaimana seluruh warga di enam kabupaten/kota melakukan sinergi dan kolaborasi. Tujuannya membangun daerah masing-masing sekaligus kewilayahan untuk menunjang pembangunan nasional,’’ ujarnya.

Menurut Nyoman, masing-masing daerah memiliki keunggulan sekaligus keterbatasan.

Karena itu, potensi tersebut perlu dikawinkan agar menghasilkan daya saing yang lebih kuat dibandingkan jika berjalan sendiri-sendiri.

Kolaborasi juga mesti melibatkan masyarakat, dunia usaha, komunitas, hingga pemerintah pusat.

’’Competitive advantage harus dibangun dengan sinergi dan kolaborasi,’’ tegasnya.

Nyoman berharap jejaring Pawitandirogo dengan pemerintah pusat semakin kuat.

Muara akhirnya adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan perbaikan taraf hidup masyarakat.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melihat potensi ekonomi kreatif Pawitandirogo cukup menjanjikan.

Salah satu modal utamanya adalah kekayaan budaya.

Selain itu, komunitas kreatif mulai berkembang dan mengubah aktivitas yang sebelumnya berbasis hobi menjadi kegiatan bernilai ekonomi.

’’Pawitandirogo mempunyai potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Komunitas yang tadinya mungkin sekadar hobi sekarang sudah mengarah pada bagaimana memberikan nilai ekonomi,’’ katanya.

Menurut Riefky, kekayaan budaya merupakan hulu industri kreatif.

Ketika dipadukan dengan inovasi, teknologi, dan kreativitas, produk berbasis budaya berpeluang memiliki nilai tambah sekaligus menjangkau pasar lebih luas.

Selain budaya dan komunitas kreatif, jejaring diaspora menjadi modal lain dalam membangun ekonomi kawasan Pawitandirogo.

Tidak sedikit putra daerah dari Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo yang kini berkiprah di pemerintahan maupun level nasional.

Jejaring tersebut diharapkan dapat ditarik untuk ikut mempercepat pembangunan kawasan.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga siap memfasilitasi pengembangan pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Dukungan mencakup akses pendanaan, akses pasar, hingga perlindungan kekayaan intelektual.

’’Pegiat ekonomi kreatif di daerah perlu diberikan kesempatan, baik terkait akses pendanaan, akses pasar, maupun kekayaan intelektualnya,’’ ujar Riefky.

Tiga program disiapkan Kementerian Ekonomi Kreatif mulai semester kedua 2026. Yakni, aktivasi Desa Kreatif, aktivasi Creative Hub, dan Creative Buy Indonesia.

Program Creative Buy Indonesia diarahkan untuk mengkurasi merek lokal potensial agar mampu memperluas pasar.

Targetnya, produk kreatif dari daerah tidak hanya berputar di pasar lokal.

Merek yang dinilai potensial didorong naik kelas menuju pasar provinsi, nasional, hingga global.

’’Bagaimana kita mengkurasi local brand untuk naik kelas pasarnya ke tingkat provinsi, nasional, bahkan global,’’ terangnya.

Sarasehan Kemerdekaan Paguyuban Pawitandirogo tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta kepala daerah dan forkopimda wilayah Pawitandirogo. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
ekonomi kawasan Pawitandirogo Ekonomi kreatif madiun