Seleksi Kepala DPUPR Kota Madiun Diperpanjang, Hanya Satu Kandidat Lolos

Erlita H • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:23 WIB
Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menjelaskan alasan pembatalan lima formasi PPPK paruh waktu akibat ketidaksesuaian berkas dan persoalan nonteknis. DOK RADAR MADIUN
Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menjelaskan ads sembilan kandidat kepala OPD Pemkot Madiun menjalani tahapan seleksi JPTP. Sementara, seleksi kepala DPUPR diperpanjang karena hanya satu pelamar lolos administrasi.

Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan memperebutkan empat kursi kepala OPD Kota Madiun semakin mengerucut.

Dari 32 dokumen lamaran yang masuk dalam seleksi JPTP, hanya 10 pelamar lolos verifikasi administrasi.

Bahkan, seleksi kepala DPUPR Kota Madiun harus diperpanjang karena hanya menyisakan satu kandidat.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Pemkot Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, masing-masing tiga pelamar lolos untuk formasi kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Dinas Perhubungan (Dishub).

Sementara, formasi kepala DPUPR hanya meloloskan satu nama.

’’DLH yang lulus tiga, dishub tiga, disperkim tiga, dan DPUPR satu. Sehingga (seleksi JPTP) DPUPR nanti diperpanjang. Insya Allah minggu depan sudah ada pengumumannya,’’ ujar Soeko, Sabtu (22/8).

Minimnya kandidat kepala DPUPR terjadi setelah sejumlah pelamar kandas dalam verifikasi administrasi.

Padahal, sebelumnya terdapat beberapa peminat yang mendaftarkan diri untuk mengisi jabatan tersebut.

Penyebab gugurnya pelamar beragam. Mulai foto yang tidak sesuai ketentuan hingga dokumen persyaratan yang tidak lengkap.

’’Macam-macam. Administrasinya ada yang salah. Ada yang fotonya tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan, ada lampirannya yang tidak lengkap,’’ jelas Sekda Kota Madiun tersebut.

Pansel akhirnya memperpanjang pendaftaran setelah mendapatkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sebab, jumlah peserta yang lolos belum memenuhi batas minimal sesuai ketentuan.

Berbeda dengan DPUPR, persaingan tiga kursi kepala OPD lainnya telah memasuki tahap berikutnya.

Sembilan kandidat menjalani uji kompetensi dengan metode assessment center di The Sunan Hotel Solo, Jumat–Sabtu (21–22/8).

Psikotes dan asesmen tersebut melibatkan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Untuk calon kepala DLH, tiga kandidat yang lolos adalah Sekretaris Bapperida Budi Agung Wicaksono, Sekretaris DLH Feti Indriani Ariyanti, dan Camat Manguharjo Lita Febriana Hapsari.

Formasi calon kepala Disperkim diisi Budi Agung Wicaksono, Kabid Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Disperkim Hendro Pradono, serta Kabid Penagihan, Pemeriksaan dan Pembukuan Bapenda Suyanto.

Sedangkan tiga kandidat kepala Dishub adalah Kalaksa BPBD Deddy Purnomo Santoso, Sekretaris Dishub Eko Setijawan, dan Camat Taman Muhammad Yusuf Asmadi.

Dalam seleksi JPTP tersebut, seorang pelamar diperbolehkan mendaftar lebih dari satu formasi.

Budi Agung Wicaksono, misalnya, lolos administrasi untuk kursi kepala DLH sekaligus Disperkim.

’’Tidak apa-apa. Ada beberapa yang ikut dua. Nanti kami lihat nilainya yang terbaik yang mana,’’ terang Soeko.

Setelah asesmen, para kandidat masih harus melewati tahapan wawancara.

Pansel selanjutnya menetapkan tiga besar untuk setiap formasi sebelum nama-nama tersebut diserahkan kepada wali kota selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK).

’’Di tingkat pansel kami ambil tiga besar. Selanjutnya diserahkan kepada Pak Plt wali kota selaku pembina kepegawaian untuk pertimbangan berikutnya,’’ pungkas Soeko. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Kepala OPD Kota Madiun kepala DPUPR Kota Madiun badan kepegawaian negara Seleksi JPTP