Madiun Bidik Jadi Kota Kreatif 2029, Pencak Silat Jadi Andalan

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:24 WIB
BIDIK KOTA KREATIF: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menghadiri Sarasehan Pawitandirogo di Hotel Mercure, Jumat (21/8). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
BIDIK KOTA KREATIF: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menghadiri Sarasehan Pawitandirogo di Hotel Mercure, Jumat (21/8). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Pencak silat tak ingin berhenti sebagai identitas budaya.

Begitu pula ruang kreatif dan pertunjukan berbasis teknologi yang mulai bermunculan.

Berbagai potensi itu bakal dirangkai Pemkot Madiun untuk mengejar target besar: menjadikan Madiun kota kreatif pada 2029.

Fondasinya mulai diperkuat pada 2027. Pemkot akan fokus membangun ekosistem ekonomi kreatif sebelum melangkah ke tahapan pengembangan berikutnya.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, sejumlah program pengembangan ekraf yang telah berjalan mendapat apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Respons tersebut menjadi tambahan energi bagi pemkot untuk semakin serius mendampingi pelaku kreatif. Terutama generasi muda yang dinilai memiliki potensi besar.

’’Ini mendorong semangat pemkot untuk terus mengawal teman-teman muda dan pelaku kreatif di Kota Madiun yang sekarang semakin meningkat,’’ ujarnya, kemarin (23/8).

Bagus menyebut ruang bagi pelaku kreatif sebenarnya mulai bermunculan. Salah satunya berada di kawasan Sleko.

Namun, menyediakan ruang saja dinilai belum cukup. Pemkot ingin menghubungkan para pelaku, komunitas, pemerintah, dan berbagai potensi lokal ke dalam ekosistem yang lebih terarah.

Muara akhirnya adalah mengejar predikat Kota Kreatif Madiun pada 2029.

’’Target Kota Kreatif Madiun itu saya targetkan 2029. Sehingga perlu membangun komunikasi, membangun ekosistem, dan menentukan tindak lanjutnya seperti apa,’’ jelas Bagus.

Untuk mempercepat langkah tersebut, komunikasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif bakal dilanjutkan di Jakarta.

Pemkot berharap pemerintah pusat ikut memberikan pendampingan dalam mengembangkan potensi ekraf Kota Madiun.

Tiga program yang ditawarkan Kementerian Ekonomi Kreatif dinilai memiliki peluang disinergikan dengan program daerah. Salah satunya aktivasi desa atau kelurahan kreatif.

Namun, pada 2027, pemkot memilih terlebih dahulu memperkuat fondasi.

Fokus diarahkan pada pembentukan ekosistem agar pengembangan industri kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri.

’’Tahun 2027 lebih kepada bagaimana kita membangun ekosistem dulu. Nanti hasilnya akan kami laporkan. Harapan saya Kota Madiun bisa dikawal kementerian karena peluangnya sangat besar,’’ katanya.

Salah satu modal yang bakal ditonjolkan adalah pencak silat Madiun.

Budaya tersebut sudah melekat kuat dengan identitas daerah dan dinilai berpeluang dikembangkan lebih jauh menjadi bagian dari industri kreatif.

Pengembangannya bisa membuka ruang lebih luas bagi kreativitas tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas Madiun.

Selain budaya, teknologi juga bakal memainkan peran.

Pemkot berencana melanjutkan inovasi pertunjukan visual, termasuk video mapping Padhang Mbranang yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada masyarakat.

Konsep pertunjukan berikutnya dipastikan tak sekadar mengulang gelaran perdana.

’’Ini kan Padhang Mbranang yang pertama. Nanti akan ada Padhang Mbranang kedua, pastinya dengan konsep yang berbeda lagi,’’ pungkas Bagus. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Padhang Mbranang Kota Kreatif Madiun ekosistem ekonomi kreatif kota madiun pencak silat