FPTI Madiun Berburu Bibit Panjat Tebing, Usia 6 Tahun Mulai Dipantau

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:32 WIB
TANDING: Atlet dari berbagai kelompok usia mengikuti Kejurkot panjat tebing di halaman Stadion Wilis, Minggu (23/8). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
TANDING: Atlet dari berbagai kelompok usia mengikuti Kejurkot panjat tebing di halaman Stadion Wilis, Minggu (23/8). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Usia enam tahun bukan terlalu dini untuk mulai mengenal wall panjat tebing.

Dari kelompok usia itulah FPTI Kota Madiun mulai berburu calon atlet masa depan melalui Kejurkot panjat tebing di halaman Stadion Wilis, Minggu (23/8).

Sekitar 80 peserta dari berbagai kelompok usia ambil bagian. Mereka bertanding pada kategori U11, U13, U19, dan umum putra-putri.

Namun, medali bukan satu-satunya tujuan. Kejurkot sekaligus menjadi pintu awal FPTI memetakan atlet panjat tebing Madiun yang berpotensi dibina menuju kompetisi lebih tinggi.

Sekretaris FPTI Kota Madiun Ahmadi mengatakan, kompetisi diperlukan untuk mengasah mental bertanding.

Terutama bagi atlet yang selama ini lebih banyak berkutat dengan latihan rutin.

’’Harapannya mereka tidak jenuh karena terus latihan. Anak yang baru latihan dua minggu, satu bulan, atau tiga bulan juga bisa ikut,’’ ujarnya.

Hasil kejurkot tidak otomatis menentukan siapa yang bakal dikirim bertanding ke luar daerah.

FPTI menerapkan pemantauan lanjutan selama empat hingga enam bulan.

Perkembangan teknik, kemampuan, dan kesiapan bertanding menjadi pertimbangan sebelum atlet mendapatkan kesempatan naik level.

’’Kalau perkembangannya bagus, baru kami kirim ke kejuaraan sesuai kemampuan masing-masing,’’ jelas Ahmadi.

Pembinaan tersebut diarahkan untuk menghadapi berbagai agenda kompetisi. Mulai O2SN, Popda, Porprov, Kejurda, hingga Kejurnas.

Atlet usia dini juga dikelompokkan dalam Tim A dan Tim B. Pembagiannya disesuaikan dengan kemampuan serta lama mereka menjalani latihan.

Dalam proses regenerasi atlet panjat tebing, FPTI kini memberikan perhatian khusus pada kelompok usia 6–10 tahun.

Pembinaan lebih awal dinilai memberikan waktu panjang untuk mematangkan kemampuan.

’’Makanya kami mulai dari usia paling kecil, enam tahun. Untuk penjaringan bibit, fokus kami usia 6–10 tahun,’’ ungkapnya.

Meski mulai dibina sejak belia, porsi latihan tidak dipaksakan. FPTI memilih membangun ketertarikan dan kenyamanan anak terhadap olahraga panjat tebing terlebih dahulu.

Pendekatan itu diharapkan membuat atlet cilik menikmati proses latihan sebelum secara bertahap diarahkan pada target prestasi.

’’Yang penting anak-anak fun dan senang dulu. Mereka datang latihan atas kemauan sendiri,’’ katanya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
atlet panjat tebing Madiun Kejurkot panjat tebing regenerasi atlet panjat tebing FPTI Kota Madiun