143 PNS Kota Madiun Terima Satyalancana, 9 Orang Mengabdi 30 Tahun

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:00 WIB
TANDA JASA: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyerahkan Satyalancana Karya Satya kepada PNS yang dinilai konsisten dalam pengabdian sebagai abdi negara. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
TANDA JASA: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyerahkan Satyalancana Karya Satya kepada PNS yang dinilai konsisten dalam pengabdian sebagai abdi negara. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan tahun mengabdi sebagai abdi negara berbuah tanda kehormatan.

Sebanyak 143 PNS Kota Madiun menerima Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI dalam upacara di Balai Kota Madiun, Minggu (23/8).

Masa pengabdian mereka beragam. Sembilan PNS telah bekerja selama 30 tahun, 80 PNS mengabdi 20 tahun, sedangkan 54 lainnya selama 10 tahun.

Tanda kehormatan tersebut diserahkan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun.

Bagus menegaskan, Satyalancana Karya Satya bukan sekadar penghargaan berdasarkan panjangnya masa kerja.

Tanda kehormatan tersebut juga mencerminkan loyalitas dan konsistensi ASN menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

’’Ini membuktikan bahwa jenengan semua mempunyai loyalitas tinggi dalam mengabdi, menjaga kehormatan ASN, dan dalam kondisi apa pun selalu bekerja,’’ ujarnya.

Bagus meminta ASN Pemkot Madiun yang lebih senior menjadi teladan sekaligus penguat organisasi.

Pengalaman panjang mereka diharapkan membantu memastikan pelayanan publik dan program pembangunan berjalan optimal.

Ego sektoral antarpangkat maupun perangkat daerah juga diminta ditanggalkan. Seluruh ASN, menurut dia, harus bergerak dalam satu tujuan.

’’Di pemkot ini tidak ada timnya siapa dan orangnya siapa. Yang ada hanya satu tim, yaitu tim Pemkot Madiun,’’ tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Madiun menyerahkan penghargaan Kompetisi Inovasi Kota Madiun (KIAT).

Kategori perangkat daerah terbaik diraih Diskominfo Kota Madiun melalui inovasi Mas Atta atau Manajemen Monitoring dan Evaluasi Satu Data.

Posisi berikutnya ditempati Dispendukcapil melalui inovasi 3577 Cuma Kamu, Dinas Pendidikan dengan Bismart, Bagian Hukum melalui Bahuku Untukmu, serta DPMPTSP dengan Peti Emas.

Untuk kategori unit layanan pemerintah, SDN 01 Demangan menjadi yang terbaik lewat Kembang Krambil atau Kemis Nembang lan Kromo Inggil. Berikutnya SMPN 1, SMPN 11, Puskesmas Sukosari, dan Puskesmas Manguharjo.

Sementara itu, kategori masyarakat menempatkan inovasi Bunda Sehat 9 Bulan karya Agustinus dan Cintika Yorinda di posisi teratas.

Sejumlah inovasi di bidang pengelolaan sampah, eksplorasi flora, hingga media pembelajaran turut mendapat apresiasi.

Bagus mengatakan, Kompetisi Inovasi Kota Madiun digelar rutin untuk memacu perangkat daerah maupun masyarakat melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan publik.

’’Setiap tahun kami adakan untuk men-challenge teman-teman di seluruh OPD maupun masyarakat mengikuti perkembangan kebutuhan sekarang, terutama kebutuhan masyarakat,’’ pungkasnya. (err/her/adv)

Editor : Hengky Ristanto
Kompetisi Inovasi Kota Madiun pns kota madiun Satyalancana Karya Satya ASN Pemkot Madiun