Jawa Pos Radar Madiun – Duka warga terdampak bencana NTT mengetuk kepedulian masyarakat Kota Madiun.
Pemkot Madiun membuka penggalangan donasi dengan melibatkan pilar-pilar sosial hingga Karang Taruna.
Penggalangan donasi untuk NTT telah dibuka sejak 17 Agustus lalu. Bantuan diprioritaskan dalam bentuk uang dan nantinya disalurkan melalui rekening resmi penanganan bencana di NTT.
Kepala Dinsos PPPA Kota Madiun Heri Suwartono mengatakan, pekerja sosial masyarakat (PSM) dan Tagana telah dilibatkan. Gerakan solidaritas selanjutnya diperluas hingga tingkat kelurahan.
’’Mulai besok, Karang Taruna juga akan dilibatkan untuk menggalang donasi di wilayah masing-masing,’’ ujarnya, Kamis (27/8).
Pemkot turut menyediakan kanal pembayaran melalui QRIS untuk mempermudah masyarakat berdonasi.
Surat ajakan penggalangan bantuan bencana NTT juga telah diedarkan ke berbagai instansi dan lembaga.
Menurut Heri, bantuan sengaja difokuskan dalam bentuk uang ketimbang bahan kebutuhan pokok.
Pertimbangannya, kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak membutuhkan dukungan dana untuk penanganan hingga pemulihan.
’’Bukan bahan pokok. Karena yang rusak banyak infrastruktur sehingga dibutuhkan bantuan berupa uang. Di sana sudah ada rekening resminya,’’ jelasnya.
Penggalangan berlangsung mengikuti masa tanggap darurat di NTT yang sementara dijadwalkan hingga 28–29 Agustus.
Jika masa tanggap darurat diperpanjang, durasi pengumpulan bantuan juga dapat menyesuaikan.
Sejumlah agenda di Kota Madiun juga bakal dimanfaatkan untuk memperluas penggalangan. Nominal terkini masih menunggu pengecekan rekening Bank Jatim.
Berdasarkan penghitungan sementara sebelumnya, donasi Pemkot Madiun telah mencapai sekitar Rp 10 juta.
’’Harapannya masyarakat Kota Madiun seluas mungkin ikut berempati kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,’’ pungkas Heri. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto