Jawa Pos Radar Madiun – CFD Jalan Pahlawan bakal kembali mewarnai akhir pekan warga Kota Madiun.
Setelah absen lebih dari enam tahun, pemkot menghidupkan kembali car free day mulai Minggu (30/8) pukul 05.00–09.00.
CFD di Jalan Pahlawan terakhir digelar 28 Juli 2019. Setelah itu, kegiatan dipindahkan ke kawasan Bantaran dan berkembang menjadi Sunday Market.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo mengatakan, konsep car free day Kota Madiun kali ini dikembalikan ke khitahnya. Yakni, sebagai ruang publik untuk aktivitas olahraga.
’’Kami memberikan kesempatan kepada komunitas-komunitas olahraga menyelenggarakan kegiatan di sepanjang Jalan Pahlawan,’’ ujarnya, Jumat (28/8).
Sterilisasi kendaraan diberlakukan mulai perempatan Jalan Pahlawan di sebelah selatan Gereja Santo Cornelius hingga kawasan Tugu Nol Kilometer.
Rekayasa tersebut tetap mempertimbangkan akses bagi jemaat yang hendak beribadah.
Sejumlah komunitas olahraga Kota Madiun dijadwalkan meramaikan CFD perdana. Mulai sepak takraw, pushbike, BMX dan skateboard, sepatu roda, hingga senam.
Pekik berharap Jalan Pahlawan tak sekadar menjadi tempat warga berolahraga pada akhir pekan.
Ruang tersebut sekaligus diharapkan menjadi wadah tumbuhnya komunitas hingga penjaringan bibit atlet potensial.
’’Harapannya komunitas olahraga mampu mencetak atlet berprestasi dan membawa nama Kota Madiun,’’ katanya.
Tak hanya CFD, pemkot juga menghidupkan kembali car free night (CFN).
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung sebulan sekali pada akhir pekan terakhir setiap bulan.
Konsepnya berbeda dengan CFD. Jika Minggu pagi dikhususkan untuk olahraga, CFN diarahkan menjadi panggung bagi aktivitas seni dan budaya lokal.
CFN perdana dijadwalkan berlangsung Sabtu (29/8) bersamaan dengan rangkaian Madiun Menari.
Pertunjukan seni bakal berlangsung hingga tengah malam sebelum dilanjutkan CFD pada Minggu pagi.
Pemkot memastikan CFD maupun CFN tidak menjadi lokasi baru bagi pedagang.
UMKM yang diperbolehkan berjualan hanya mereka yang selama ini memang telah beroperasi di kawasan Jalan Pahlawan.
’’CFD murni khusus untuk olahraga. Sedangkan CFN menjadi ruang bagi seniman lokal,’’ tegas Pekik. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto