Jawa Pos Radar Madiun – Puncak musim kemarau Kota Madiun membawa ancaman serius. Kasus kebakaran melonjak sepanjang Agustus dengan lebih dari 24 kejadian ditangani petugas pemadam kebakaran (damkar).
Jumlah tersebut menyumbang porsi besar dari total kejadian sepanjang tahun. Sejak Januari hingga akhir Agustus, kebakaran di Kota Madiun tercatat mencapai 57 kasus.
Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Hengky Wahyu Setyo Wibowo mengatakan, cuaca terik membuat vegetasi mengering sehingga lebih mudah terbakar. Kecamatan Taman dan Manguharjo menjadi wilayah yang tergolong rawan.
Baca Juga: 31 Kebakaran Terjadi di Pacitan, Kerugian Tembus Rp 530 Juta
Hengky menyebut, lebih dari 70 persen kejadian dipicu pembakaran sampah dan lahan. Persoalannya, tidak sedikit warga meninggalkan lokasi sebelum memastikan api benar-benar padam.
Kondisi tersebut semakin berisiko ketika angin bertiup kencang. Api yang semula kecil dapat dengan cepat menjalar ke vegetasi maupun area di sekitarnya.
’’Kondisi angin kencang dapat membuat api cepat merembet ke area lain,’’ ujarnya, Sabtu (29/8).
Selain pembakaran terbuka, korsleting listrik dan kelalaian penggunaan peralatan dapur turut menjadi pemicu. Penyebabnya beragam, mulai instalasi listrik tidak layak, penggunaan stopkontak dengan beban berlebih, kebocoran elpiji, hingga kompor yang lupa dimatikan.
Baca Juga: Musim Kemarau Rawan Kebakaran Kandang, Peternak Magetan Diminta Siapkan APAR
Mayoritas kejadian tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kebakaran yang melibatkan rumah maupun kendaraan menyebabkan kerugian mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Penanganan petugas Damkar Kota Madiun di lapangan pun tak selalu mudah. Gang sempit, gapura atau portal rendah, hingga kendaraan yang terparkir di bahu jalan kerap menghambat pergerakan armada.
Keterbatasan pasokan air di sejumlah kawasan permukiman turut menjadi kendala. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat proses pemadaman ketika api sudah membesar.
Hengky meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan selama musim kemarau. Instalasi listrik dan peralatan dapur juga perlu diperiksa secara berkala untuk meminimalkan risiko kebakaran.
’’Segera laporkan jika menemukan titik api meskipun masih kecil agar dapat ditangani sebelum meluas,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto