Jawa Pos Radar Madiun – Menjadi pembawa baki Paskibraka Kota Madiun bukan sekadar kebanggaan bagi Aisyah Dharaura Nur Erwindyar.
Tugas pada upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI itu menjadi salah satu pijakan Adhara, sapaan akrabnya, mengejar cita-cita menjadi polisi wanita (polwan).
Siswi kelas XI SMAN 1 Madiun tersebut telah memendam keinginan menjadi polwan sejak kecil.
Menurut Adhara, berbagai tempaan selama menjadi anggota Paskibraka Kota Madiun selaras dengan bekal yang dibutuhkan untuk menggapai cita-citanya.
’’Di sini saya belajar kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, mental, latihan fisik, serta bagaimana menjalankan tugas dengan baik,’’ ujarnya, Selasa (1/9).
Kepercayaan menjadi pembawa baki sempat membuat gadis 16 tahun itu gugup. Ketegangan terutama dirasakannya ketika mulai berjalan membawa baki menuju lokasi penurunan bendera.
Baca Juga: Pesona Julita Piasecka di EuroVolley 2026 Pikat Banyak Penggemar Voli, Siapa Dia?
Namun, rangkaian latihan yang telah dijalani membuat Adhara mampu mengendalikan ketegangan dan menuntaskan tugasnya. Dia bertekad membayar kepercayaan yang diberikan dengan penampilan terbaik.
’’Saya merasa dipercaya dan ingin memberikan hasil terbaik tanpa mengecewakan,’’ katanya.
Persiapan Adhara sebagai anggota Paskibraka tidak ringan. Dia harus menjalani latihan fisik, peraturan baris-berbaris (PBB), penguatan mental, hingga latihan khusus membawa baki.
Bahkan, batu atau paving diletakkan di atas baki untuk melatih kekuatan sekaligus kestabilan tangannya.
Rasa lelah dan tekanan selama latihan pun menjadi ujian tersendiri.
Putri bungsu pasangan Herwin Supriyanto dan Anik Indiarti itu mampu melewatinya berkat dukungan rekan dan keluarga.
Baca Juga: Kisah Anggraini, Pembawa Baki Paskibraka Kota Madiun: Gugup Hilang saat Terima Merah Putih
Adhara juga terus mengingat tujuan awal yang membuatnya bertahan menjalani setiap proses latihan.
Saat rasa gugup muncul, Adhara memiliki cara sederhana untuk mengatasinya. Dia menarik napas, berdoa, kemudian meyakinkan diri bahwa seluruh persiapan telah dilalui.
’’Saya berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa saya sudah siap dan harus percaya pada kemampuan saya bahwa saya bisa,’’ tuturnya.
Pengalaman menjadi pembawa baki dan menjalani tempaan Paskibraka kini menjadi modal Adhara untuk mengejar seragam polwan.
Disiplin, mental, tanggung jawab, dan latihan fisik yang didapatkannya ingin terus dijaga.
’’Jangan takut mencoba dan jangan mudah menyerah. Nikmati setiap proses latihan, dengarkan arahan pelatih, jaga kesehatan, dan yang paling penting percaya pada diri sendiri,’’ pesannya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto