Jawa Pos Radar Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memasuki usia ke-104 pada 2 September 2026.
Momentum lebih dari satu abad perjalanan organisasi tersebut digunakan untuk meneguhkan persaudaraan, guyub rukun, sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan negeri.
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun R. Moerdjoko H.W. mengatakan, rangkaian peringatan 104 tahun PSHT diisi sejumlah kegiatan sosial yang berkolaborasi dengan Pemkot Madiun. Bakti sosial terutama menyasar masyarakat di sekitar padepokan.
’’Kita ingin agar kehadiran PSHT ini benar-benar ada guna dan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya di lingkungan padepokan. Sehingga, kita ada beberapa kegiatan bakti sosial,’’ ujarnya, Rabu (2/9).
Moerdjoko meminta warga PSHT semakin meningkatkan kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat. Terlebih, warga sekitar selama ini ikut menjaga lingkungan maupun aset padepokan.
’’Tidak berlebihan kiranya, bahkan harus atau wajib warga PSHT untuk lebih meningkatkan lagi perhatiannya bagi masyarakat yang di sekitar padepokan,’’ katanya.
Peringatan 104 tahun PSHT mengusung tema Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar. Tema tersebut sekaligus membawa harapan agar potensi Kota Madiun sebagai tujuan wisata budaya dan religi semakin kuat.
’’Kita mengkolaborasikan antara budaya dengan religi. Harapan kita ke depan, sebagaimana diharapkan wali kota, Madiun ini bisa menjadi kota tujuan wisata, yaitu wisata religi dan juga wisata budaya,’’ terangnya.
Menurut Moerdjoko, PSHT siap bergandengan dengan perguruan pencak silat lainnya untuk mewujudkan harapan tersebut. Kolaborasi antarpaguyuban pencak silat diharapkan turut memperkuat identitas budaya Kota Madiun.
’’Harapan kami di usia 104 tahun ini, keluarga besar PSHT meningkatkan soliditas bagi warga PSHT dalam rangka berbakti kepada negeri,’’ tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT Pusat Madiun Issoebiantoro menyebut perjalanan 104 tahun merupakan karunia yang patut disyukuri. Kematangan usia diharapkan berbanding lurus dengan semakin besarnya manfaat organisasi bagi masyarakat dan negara.
Persaudaraan dan guyub rukun, lanjut dia, harus tetap menjadi pegangan seluruh warga PSHT.
’’Mudah-mudahan PSHT semakin dewasa, bisa mengemban dan menjadi ujung tombak dalam merukunkan serta menyatukan bangsa dan negara sesuai ajaran, yaitu guyub rukun,’’ ujarnya.
Issoebiantoro menegaskan nilai persaudaraan di PSHT tidak membedakan status maupun latar belakang seseorang.
’’PSHT tidak mengenal siapa kamu, siapa pangkatmu, derajatmu, atau agamamu,’’ tegasnya.
Prinsip persaudaraan dan kekeluargaan tersebut, menurut dia, menjadi salah satu fondasi perkembangan PSHT. Organisasi pencak silat itu kini disebut memiliki 376 cabang yang tersebar di Indonesia dan luar negeri.
’’Harapan kami, dengan 104 tahun ini SH Terate akan lebih dewasa, lebih mengerti tujuan utama, yaitu menyatukan bangsa dan negara tanpa melihat latar belakang,’’ pungkasnya.
Editor : Hengky Ristanto