Jawa Pos Radar Madiun – Keterbatasan lahan pemakaman di Kota Madiun mulai diantisipasi.
Pemkot Madiun memetakan sejumlah tanah bengkok yang berpotensi dialihfungsikan menjadi lahan makam baru.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, pemetaan dilakukan tim Sekretariat Daerah bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Langkah tersebut ditempuh menyusul kapasitas lahan pemakaman di sejumlah kelurahan yang semakin terbatas.
’’Hari ini tim dari Sekretariat Daerah dan BKAD lagi mapping. Penambahan untuk beberapa titik tanah bengkok kita yang nanti direncanakan menjadi makam baru,’’ ujarnya, Jumat (4/9).
Sejumlah lokasi telah masuk pemetaan. Di antaranya tanah bengkok Manisrejo dan Pagu yang diproyeksikan sebagai alternatif untuk menambah kapasitas pemakaman.
Namun, Bagus belum memerinci luas tanah maupun kapasitas makam yang dapat ditampung di dua lokasi tersebut. Pemetaan diperlukan sebelum pemkot menentukan lahan yang akan digunakan.
Selain menyiapkan lahan makam baru, Pemkot Madiun merespons meningkatnya kebutuhan biaya pemakaman dengan mengusulkan kenaikan santunan kematian.
Bagus menyebut usulan tersebut berangkat dari aspirasi masyarakat. Nominal santunan yang berlaku dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan keluarga atau ahli waris saat mengurus pemakaman.
’’Santunan kematian kemarin usulan dari banyak masyarakat bahwa hari ini kebutuhan untuk keluarga atau ahli waris, untuk biaya pemakamannya sudah naik,’’ jelas Bagus.
Usulan kenaikan santunan kematian tersebut telah disampaikan kepada DPRD Kota Madiun.
Menurut Bagus, legislatif memberikan lampu hijau terhadap rencana tersebut.
’’Kemarin kita berusaha mengajukan ke teman-teman DPRD dan alhamdulillah teman-teman DPRD juga menyetujui,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto