Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan Alun-Alun Kota Madiun bakal kembali bersolek.
Pemkot Madiun menyiapkan proyek senilai pagu Rp1,5 miliar untuk membenahi hampir 800 meter pedestrian sekaligus mengatasi saluran drainase yang mampet dan memicu genangan.
Penanganan direncanakan mulai dari depan Masjid Besar menuju utara hingga kawasan perkantoran pemerintah. Pekerjaan juga menyasar ruas dari arah SMPN 5 menuju selatan.
’’Total panjangnya kira-kira hampir 800 meter,’’ ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho, Minggu (6/9).
Proyek tersebut bukan sekadar mempercantik pedestrian Alun-Alun Kota Madiun.
Persoalan drainase menjadi salah satu fokus utama setelah saluran eksisting diketahui tidak lagi berfungsi optimal.
Dwi menyebut sedimentasi dan tumpukan sampah membuat aliran air tersumbat.
Kondisi tersebut terlihat ketika dilakukan kerja bakti di kawasan itu beberapa waktu lalu.
’’Saluran yang lama itu sudah tidak berfungsi. Kemarin sempat kerja bakti, kondisinya mampet dan sedimentasinya sudah tinggi. Makanya kita bangun kembali yang lebih besar. Harapannya nanti lancar,’’ jelas pejabat yang akrab disapa Inug itu.
Selain normalisasi drainase, kapasitas saluran bakal diperbesar.
Penanganan tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi genangan yang selama ini kerap muncul di kawasan Alun-Alun.
Namun, pekerjaan fisik belum dimulai. DPUPR Kota Madiun masih menunggu penandatanganan kontrak yang diperkirakan dilakukan Selasa (8/9).
Menurut Inug, paket pekerjaan tersebut masuk kategori proyek strategis sehingga pelaksanaannya mendapatkan pendampingan dari kejaksaan.
’’Saat ini masih menunggu tanda tangan kontrak karena termasuk proyek strategis. Mungkin Selasa (8/9) nanti tanda tangan kontrak,’’ ungkapnya.
Penataan pedestrian sekaligus diarahkan untuk memperkuat konektivitas kawasan pusat kota.
Termasuk menghubungkan kawasan Alun-Alun dengan destinasi Pahlawan Street Center (PSC).
’’Salah satunya itu. Jadi, salah satunya untuk mengubah wajah Kota Madiun di kawasan Alun-Alun,’’ pungkas Inug. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto