Sendya Andria Sayuta, dari Kreator Konten Kini Merintis Dua Bisnis

Erlita H • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 20:23 WIB
KREATIF: Sendya Andria Sayuta mengembangkan karier sebagai kreator konten sekaligus merintis Casa de Lujo di bidang indekos dan Casa de Brand di sektor fashion.
KREATIF: Sendya Andria Sayuta mengembangkan karier sebagai kreator konten sekaligus merintis Casa de Lujo di bidang indekos dan Casa de Brand di sektor fashion.

Jawa Pos Radar Madiun – Bermula dari kegemaran membagikan hal-hal yang disukai di media sosial, Sendya Andria Sayuta menemukan jalan kariernya sebagai kreator konten.

Kini, perempuan 28 tahun tersebut mulai melebarkan sayap dengan merintis dua bisnis sekaligus.

Sendya aktif membuat konten lifestyle, fashion, beauty, hingga keseharian melalui Instagram dan TikTok.

Lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta itu awalnya tak menyangka aktivitas di media sosial tersebut bakal membuka berbagai peluang.

Respons positif dari audiens perlahan membuat Sendya semakin serius menekuni dunia content creation. Terlebih, tawaran kerja sama dengan sejumlah brand mulai berdatangan.

’’Dari situ saya mulai menjalaninya dengan lebih serius,’’ ujarnya, Minggu (6/9).

Perjalanan Sendya kemudian berkembang tak sebatas menerima endorsement.

Dia mulai membangun Casa de Lujo yang bergerak di bidang indekos serta Casa de Brand di sektor fashion.

’’Saat ini saya lagi mengembangkan bisnis Casa de Lujo yang bergerak di bidang indekos serta Casa de Brand di bidang fashion,’’ kata anak pertama dari dua bersaudara tersebut.

Bagi Sendya, personal branding yang dibangun melalui media sosial memberikan modal tersendiri untuk mengembangkan usaha.

Alih-alih berjalan terpisah, aktivitas sebagai kreator dan bisnis dinilainya dapat tumbuh beriringan.

’’Bagi saya, content creation dan bisnis justru bisa saling mendukung,’’ tuturnya.

Namun, perjalanan menjadi kreator konten tidak selalu mulus. Kepercayaan diri dan menjaga konsistensi pernah menjadi tantangan bagi Sendya.

Sebab, sebuah konten membutuhkan proses panjang. Mulai mencari ide, menentukan konsep, mengambil gambar, hingga melakukan editing sebelum akhirnya dipublikasikan.

’’Saya percaya kemampuan akan berkembang kalau kita terus mencoba,’’ terangnya.

Sendya juga tidak ingin sekadar mengikuti tren yang sedang ramai di media sosial.

Dia berusaha mempertahankan karakter agar konten lifestyle maupun konten lainnya tetap merepresentasikan dirinya.

Prinsip tersebut juga diterapkan ketika menerima tawaran kerja sama dengan sebuah produk atau brand.

Sendya ingin apa yang dia rekomendasikan kepada audiens merupakan sesuatu yang membuatnya nyaman dan percaya.

’’Saya ingin ketika merekomendasikan sesuatu, saya juga merasa nyaman dan percaya dengan produk tersebut,’’ ungkapnya.

Ke depan, Sendya ingin terus membesarkan Casa de Lujo sekaligus mengembangkan Casa de Brand menjadi merek fashion dengan identitas yang kuat.

Di saat bersamaan, dia ingin meningkatkan kualitas konten serta memperluas peluang kolaborasi.

Menurut Sendya, keberanian untuk memulai dan konsistensi merupakan dua modal penting bagi mereka yang ingin menekuni dunia kreator konten.

Karena itu, seseorang tidak perlu menunggu semuanya sempurna untuk mulai berkarya.

’’Yang paling penting adalah menemukan karakter sendiri, konsisten, dan berani menunjukkan proses,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Sendya Andria Sayuta Casa de Lujo Casa de Brand kreator konten