Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca panas dan minim hujan meningkatkan paparan debu serta polusi di Kota Madiun.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun meminta masyarakat mewaspadai gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Sepanjang Januari–Agustus 2026, fasilitas kesehatan mencatat 21.776 kasus ISPA di Kota Madiun.
Meski cukup tinggi, jumlah tersebut belum dapat dibandingkan langsung dengan total 57.934 kasus yang tercatat selama 12 bulan pada 2025 karena periode pencatatannya berbeda.
Kabid Penyediaan Layanan Kesehatan UKP-UKM Dinkes PPKB Kota Madiun Neva Chandra Suroto mengatakan, kewaspadaan terhadap ISPA tetap diperlukan di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
’’Secara keseluruhan, angka kasus ISPA memang mengalami penurunan. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,’’ kata Neva, Selasa (8/9).
Minimnya curah hujan membuat debu jalan dan partikel tanah lebih mudah beterbangan.
Paparan emisi kendaraan juga menjadi perhatian karena partikel di udara dapat terhirup masyarakat ketika beraktivitas.
Menurut Neva, pengendara sepeda motor, pekerja lapangan, pedagang, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Risiko gangguan pernapasan juga perlu diperhatikan pada kelompok rentan. Di antaranya balita, anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
’’Debu halus dan asap kendaraan dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan dan memicu peradangan. Pada orang yang memiliki penyakit seperti asma atau PPOK, kondisi ini dapat memperberat keluhan,’’ jelasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes PPKB Kota Madiun memperkuat pemantauan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Seluruh puskesmas juga disiagakan dengan memastikan kesiapan tenaga medis, alur pemeriksaan, serta ketersediaan obat dan masker.
Masyarakat disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di kawasan berdebu maupun memiliki tingkat polusi tinggi.
Kebutuhan cairan juga perlu dicukupi serta diimbangi konsumsi buah dan sayur, mencuci tangan, dan beristirahat cukup.
Warga juga diminta tidak mengabaikan gejala seperti demam, sesak napas, badan lemas, sakit kepala, maupun batuk berdahak kental.
’’Jika muncul demam dan sesak napas, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan,’’ pungkas Neva. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto