Harga Cabai Rawit di Madiun Tembus Rp 65 Ribu, Pasar Murah Disiapkan

Erlita H • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:20 WIB
PENGARUH PASOKAN: Pembeli memilih cabai rawit di salah satu lapak pedagang Pasar Besar Madiun (PBM). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
PENGARUH PASOKAN: Pembeli memilih cabai rawit di salah satu lapak pedagang Pasar Besar Madiun (PBM). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Harga cabai rawit di Kota Madiun mulai merangkak naik.

Dalam sepekan terakhir, harganya di Pasar Besar Madiun (PBM) menyentuh Rp65 ribu per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp30 ribu–Rp35 ribu.

Lonjakan tersebut membuat Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun meningkatkan pemantauan.

Opsi pasar murah disiapkan apabila harga cabai rawit terus berada di atas harga acuan penjualan (HAP).

Plt Kabid Perdagangan Disdag Kota Madiun Tri Prasetyaningrum mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah daerah sentra produksi. Di antaranya Kediri, Nganjuk, dan Blitar.

’’Kalau dibandingkan dengan HAP nasional, harga cabai rawit di Madiun masih dalam kategori yang perlu diantisipasi,’’ ujarnya, Selasa (8/9).

Menurut Tri, kenaikan tidak hanya terjadi di tingkat konsumen Kota Madiun. Harga dari daerah penghasil seperti Blitar sudah mencapai kisaran Rp55 ribu per kilogram.

Setelah ditambah ongkos angkut, penyusutan, dan pengemasan, harga ketika sampai di Madiun menjadi sekitar Rp65 ribu per kilogram.

’’Naiknya memang berangsur-angsur. Dari daerah penghasil harganya juga sudah naik karena produksi berkurang akibat kondisi kering,’’ jelasnya.

Kondisi tersebut turut dirasakan pedagang Pasar Besar Madiun. Saminem, salah seorang pedagang, mengambil pasokan cabai dari Pare, Kediri.

Dia mengambil margin penjualan sekitar Rp10 ribu–Rp15 ribu per kilogram. Selisih tersebut digunakan untuk menutup ongkos sekaligus risiko penyusutan akibat cabai rusak atau membusuk.

Disdag Kota Madiun akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan.

Jika harga cabai rawit bertahan di atas HAP, intervensi melalui pasar murah menjadi salah satu opsi untuk menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan harga.

’’Selama harga cabai rawit di atas HAP, nanti akan kami upayakan penjualan melalui pasar murah sehingga bisa membantu ketersediaan cabai rawit di masyarakat,’’ kata Tri.

Kenaikan harga juga berpotensi lebih terasa bagi pelaku usaha kuliner yang membutuhkan cabai dalam jumlah besar.

Mereka dapat menyiasatinya dengan mengurangi penggunaan cabai rawit segar atau memanfaatkan cabai kering dan produk olahan.

’’Menurut saya harga saat ini masih stabil, tetapi tetap perlu diwaspadai,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
pasar murah harga cabai rawit Disdag Kota Madiun Pasar Besar Madiun