Jawa Pos Radar Madiun – Beras premium sedang sulit ditemukan di pasaran Kota Madiun.
Saat melakukan inspeksi di Pasar Besar Madiun (PBM), Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan hanya menemukan satu pedagang yang menjual komoditas tersebut. Harganya pun berada di atas harga eceran tertinggi (HET).
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas RI Asep Herdiana mengatakan, pengecekan dilakukan bersama Satgas Pangan Bareskrim Polri, Polda Jawa Timur, Polres Madiun Kota, serta dinas terkait.
Sidak menyasar harga dan ketersediaan beras premium, beras medium, serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
’’Kalau di sini tidak ditemukan beras premium. Ada satu di satu toko, harganya memang di atas HET karena katanya belinya juga sudah tinggi,’’ ujar Asep saat sidak di Pasar Besar Madiun, kemarin (9/9).
Menurut Asep, terbatasnya stok menjadi salah satu faktor yang membuat harga beras premium berada di atas ketentuan.
Kondisi tersebut bakal menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam upaya mengendalikan harga.
Situasi berbeda terjadi pada beras SPHP. Bapanas memastikan stok komoditas tersebut masih aman karena Bulog memiliki persediaan yang dinilai mencukupi dan distribusi telah berjalan.
’’Jangan khawatir kalau soal SPHP karena dijamin pemerintah. Operatornya Bulog dan sudah didistribusikan. Jadi, sudah aman,’’ jelasnya.
Dalam pengecekan tersebut, Asep menyebut tidak ditemukan aksi borong beras SPHP.
Pembelian komoditas itu dibatasi maksimal dua kemasan untuk setiap konsumen sesuai ketentuan.
Pemerintah juga masih menjalankan program bantuan pangan sebagai salah satu instrumen menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Langkah tersebut dibarengi upaya meningkatkan produksi agar harga gabah maupun beras tidak jatuh saat panen sekaligus tidak melonjak ketika memasuki masa paceklik.
Selain beras premium dan SPHP, Bapanas turut menyoroti beras khusus yang harganya masih mengikuti mekanisme pasar.
Regulasi komoditas tersebut akan dikaji karena karakteristik maupun tingkat harga dapat berbeda di setiap daerah.
’’Prinsip kami, petani untung, pedagang untung, konsumen senang. Itu yang diamanatkan Menteri Pertanian,’’ pungkas Asep. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto