Jawa Pos Radar Madiun – Bisnis kafe di Kota Madiun terus menggeliat. Sedikitnya 70 kafe telah terdata dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.
Potensi tersebut ingin dikembangkan Pemkot Madiun menjadi ekosistem kopi yang lebih kuat.
Salah satu langkahnya melalui peningkatan keterampilan barista.
Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker KUKM) Kota Madiun menggelar pelatihan di Holly Cafe, Rabu (9/9).
Sebanyak 15 barista dari sejumlah kafe mengikuti pelatihan tersebut.
Pesertanya bukan pemula, melainkan barista yang telah memiliki keterampilan dasar dan didorong untuk meningkatkan kompetensi.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, pengembangan sumber daya manusia di sektor tersebut tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai.
Para barista didorong membentuk komunitas barista sebagai wadah untuk berkembang bersama.
’’Harapannya ini tidak hanya berhenti di pelatihan. Saya sudah menyampaikan supaya kita membuat forum atau komunitas barista di Madiun,’’ ujarnya.
Menurut Bagus, pertumbuhan bisnis kafe menjadi modal untuk membangun ekosistem kopi di Kota Madiun.
Forum tersebut nantinya dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan, meningkatkan keterampilan, hingga melahirkan gagasan baru untuk mengembangkan industri kopi lokal.
Pemkot bahkan membuka peluang membawa ekosistem tersebut ke skala yang lebih besar melalui festival kopi 2027.
Bagus mengatakan, komunitas nantinya dapat mengusulkan konsep maupun kegiatan bertema kopi.
Pemkot Madiun membuka peluang memberikan dukungan bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora).
’’Teman-teman forum bisa mengusulkan ide dan gagasan untuk membuat kegiatan kopi di Madiun. Nanti akan disupport pemerintah kota secara anggaran,’’ jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disnaker KUKM Kota Madiun Angga Wahyu Nurcahyo menyebut sedikitnya 70 kafe telah masuk pendataan sementara.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring tingginya minat masyarakat mengembangkan bisnis kafe.
’’Jumlah sementara data kafe di Kota Madiun sebanyak 70 kafe, namun data tersebut bakal terus bertambah,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto