Jawa Pos Radar Madiun - Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk menyambut 851 mahasiswa.
Berlangsung sejak 7 hingga 12 September 2026, kegiatan ini mengusung tema besar Cendekia Generation: Berdaya Saing, Adaptif, dan Berdampak.
Transisi dari bangku sekolah menuju pendidikan tinggi menuntut mahasiswa untuk cepat beradaptasi, mengembangkan potensi, dan berani mengejar prestasi.
Rektor UNIPMA Supri Wahyudi Utomo menjelaskan bahwa PKKMB menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenali ekosistem perguruan tinggi.
Materi pembekalan yang diberikan mencakup pengenalan sistem akademik, growth mindset, etika bermedia sosial, wawasan kebangsaan, hingga komitmen pencegahan perundungan.
Mahasiswa baru juga didorong untuk aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan serta program penalaran seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
’’Saya tunggu prestasi ke depan. Maba harus siap berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik,’’ tegas Supri memberikan motivasi.
Pesan Khusus dari Wagub Papua Barat Daya
Acara pengenalan kampus di Graha Cendekia ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau pada Kamis (10/9).
Dalam sambutannya, ia meminta seluruh mahasiswa baru untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi.
’’Dari almamater ini kita bisa menjadi orang yang membanggakan bangsa dan negara,’’ tuturnya di hadapan ratusan peserta PKKMB.
Baca Juga: Serda Faris Dikenal Rajin Salat dan Penurut, Ibunda Hancur Lebur usai Tahu Putranya Meninggal
Ekspansi Akademik dan Target Akreditasi Unggul
Sejalan dengan peningkatan kualitas mahasiswanya, UNIPMA terus menggenjot pengembangan sistem akademik secara kelembagaan.
Tahun ini, kampus tersebut telah mengantongi izin resmi dan mulai menyelenggarakan Program Profesi Apoteker serta Program Doktor (S3).
Kualitas sumber daya pengajar turut diperkuat, di mana UNIPMA saat ini telah memiliki empat guru besar dan tengah memproses usulan dua profesor baru.
Fokus utama pihak rektorat selanjutnya adalah menyempurnakan standar pendidikan guna meraih akreditasi tertinggi dalam waktu dekat.
’’Harapan terbesar pada 2027, ketika kami ingin menambah beberapa prodi, bisa meraih akreditasi unggul, termasuk akreditasi institusi,’’ pungkas Supri. (*)