Gempa M 6,5 Picu Keterlambatan Dua KA ke Madiun, Terlambat hingga 46 Menit

Erlita H • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:36 WIB
CEK KESELAMATAN: Perjalanan kereta api menuju wilayah Madiun terdampak gempa M 6,5, Sabtu (12/9) pagi.
CEK KESELAMATAN: Perjalanan kereta api menuju wilayah Madiun terdampak gempa M 6,5, Sabtu (12/9) pagi.

Jawa Pos Radar Madiun – Gempa bumi magnitudo 6,5 yang terasa di wilayah Daop 6 Yogyakarta, Sabtu (12/9) pagi, berdampak pada perjalanan kereta api menuju wilayah Daop 7 Madiun.

Dua perjalanan KA mengalami keterlambatan hingga puluhan menit.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, gempa terjadi sekitar pukul 04.26.

KAI kemudian memberlakukan pemberhentian luar biasa (BLB) terhadap perjalanan kereta api yang melintasi wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan sebagai prosedur keselamatan sembari petugas memastikan kondisi jalur kereta api aman dilalui.

’’Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana jalur, khususnya jembatan dan bangunan hikmat, dalam kondisi aman sebelum perjalanan dilanjutkan,’’ ujar Tohari.

Pemeriksaan dilakukan bersama petugas jalan dan jembatan.

Setelah proses pengecekan selesai dan tidak ditemukan kondisi yang menghambat perjalanan, lintas Daop 6 Yogyakarta dinyatakan aman pada pukul 05.04.

Perjalanan kereta api kemudian kembali dilanjutkan. Namun, penghentian sementara tersebut berdampak pada jadwal dua KA menuju wilayah Madiun.

PLB 144B Madiun Jaya tercatat mengalami keterlambatan 46 menit. Sementara KA 150 Singasari terlambat 29 menit.

Tohari menegaskan, keputusan menghentikan sementara perjalanan merupakan bagian dari upaya KAI memastikan keselamatan penumpang setelah gempa M 6,5 tersebut.

KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak keterlambatan perjalanan.

’’Setiap keputusan operasional yang kami ambil semata-mata untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
KA Singasari kai daop 7 madiun gempa madiun jaya